Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 18:22 WIB | Selasa, 18 November 2014

Susi: Nelayan Tidak Masalah BBM Naik

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di konferensi pers Hasil Survei Integritas di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/11).. (Foto: Dedy Istanto)
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti menyatakan bahwa para nelayan tidak masalah dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang mereka inginkan adalah ketersediaan BBM sehingga aktivitas mereka di laut bisa lancar.
 
"Kemarin bicara dengan 300 pengusaha kapal, cold storage, rata-rata berteriak keinginannya adalah availability (ketersediaan BBM). Maunya kapan mereka butuh, ada. Harga tidak masalah," kata Susi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/11).
 
Susi mengatakan, selama ini yang menikmati bbm bersubsidi adalah pengusaha dengan kapal besar. Dia juga menjelaskan bahwa saat ini nelayan terbagi menjadi dua yaitu nelayan 'solar' dan nelayan ikan.
 
"Nelayan solar ke laut untuk jualan solar. Kalau memang benar, saya datengin di mana tempatnya. Benar enggak cari ikan? Atau jualan solar?" kata Susi.
 
Menurutnya, satu kapal besar bisa mendapatkan jatah hingga 25 kiloliter solar per bulan. Melimpahnya solar yang dimiliki kapal-kapal tersebut berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pengusaha kapal besar.
 
"Besar sekali. Itu banyak akhirnya disalahgunakan," ujar Susi.
 
Presiden Joko Widodo mengumumkan harga premium ditetapkan dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Harga solar ditetapkan dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500. Harga baru tersebut berlaku mulai 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home