Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:52 WIB | Senin, 24 Agustus 2020

Swiss Akan Larang Aktivitas Hizbullah Lebanon di Negara Itu

Pendukung Hizbullah mengibarkan bendera Lebanon, Hizbullah, dan Iran, saat unjuk rasa memperingati 40 tahun Revolusi Islam Iran, di Beirut, Lebanon, pada hari Rabu (6/2/2019). (Foto: dok. AP)

BERN, SATUHARAPAN.COM-Swiss dapat bergerak untuk melarang Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, menyusul keputusan serupa yang diambil oleh tetangganya, Jerman. Dewan Federal Swiss telah setuju untuk meninjau aplikasi baru berjudul “Laporan aktivitas Hizbullah Islam Syiah di Swiss.” Undang-undang baru dapat menyebabkan organisasi ITU dilarang di Swiss, dengan pembekuan akses ke rekening bank, dan asetnya di negeri itu disita.

“Pada 30 April 2020, Jerman melarang semua aktivitas Hizbullah Islam Syiah. Jerman membenarkan keputusan itu dengan fakta bahwa Hizbullah menyerukan perjuangan bersenjata dan menolak hak Israel untuk hidup,” tulis prakarsa itu.

Hizbullah mengatakan perannya di Lebanon selatan adalah sebagai perlawanan terhadap negara Israel, dan kelompok militan dan Israel sering terlibat dalam perselisihan lintas batas. Pada hari Sabtu, Hizbullah mengatakan telah menembak jatuh drone Israel di wilayah udara Lebanon. Perang terakhir yang terjadi antara kedua entitas tersebut terjadi pada tahun 2006.

Marianne Binder, seorang politisi dari Partai Rakyat Demokratik Kristen Swiss, meluncurkan inisiatif tersebut pada bulan Juni.

Sementara Uni Eropa sebelumnya telah melarang lengan militer Hizbullah pada tahun 2013, inisiatif tersebut menyerukan larangan langsung terhadap seluruh organisasi. Sejauh ini sayap politik Hizbullah msih tetap aktif di beberapa negara Eropa.

“Uni Eropa sebelumnya melarang senjata (militer) yang terlibat dalam kegiatan teroris. Tidak diketahui aktivitas apa yang Hizbullah sedang berkembang di Swiss. Mengingat netralitas Swiss, bagaimanapun, kegiatan Hizbullah tidak dapat dilegitimasi dan sebuah laporan juga disarankan untuk alasan kebijakan keamanan,” lanjut dokumen itu yang dikutip The Jerusalem Post, hari Sabtu (22/8)

Inggris, Lithuania, dan Belanda semuanya telah melarang seluruh organisasi, yang bergabung dengan Jerman awal tahun ini. AS, Liga Arab, dan negara-negara lain juga menunjuk Hizbullah sebagai kelompok teroris.

Kelompok teroris yang merangkap partai politik juga merupakan kelompok proxy Iran, dan meskipun awalnya dibentuk sebagai benteng melawan terhadap Israel pada awal 1980-an, ia telah menebarkan kekacauan di seluruh wilayah dari Lebanon hingga Irak dan Suriah. (Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home