Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 06:45 WIB | Selasa, 07 September 2021

Taliban Pakistan Serang Pos Perbatasan, Empat Tewas

Warga Afghanistan masuk di Pakistan melalui titik penyeberangan perbatasan di Chaman, Pakistan, pada Senin, 16 Agustus 2021. (Foto: dok. AP/Jafar Khan)

QUETTA, SATUHARAPAN.COM-Taliban Pakistan hari Minggu (5/9) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan empat penjaga paramiliter di kota Quetta, di provinsi perbatasan dengan Afghanistan.

Serangan itu menargetkan penjaga Perbatasan Pakistan (FC) di lingkungan Mian Ghundi di kota itu,  sekitar 140 kilometer (87 mil) dari perbatasan dengan Afghanistan, di mana pedagang Syiah Hazara menjual sayuran.

Pembom "menargetkan elemen FC dengan jaket bermuatan bahan peledak dan sepeda motor bermuatan bahan peledak", di jalan Mastung di Quetta, kata Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh situs Intelligence Group.

Seorang juru bicara Departemen Kontra Terorisme polisi mengkonfirmasi serangan itu. Tiga tewas seketika dalam ledakan itu, dengan seorang perwira lainnya meninggal kemudian karena luka-lukanya, kata Azhar Akram, seorang wakil inspektur jenderal polisi.

Akram mengatakan kepada bahwa 17 penjaga dan dua warga sipil terluka dalam ledakan itu, menambahkan bahwa tiga berada dalam kondisi kritis.

TTP mengklaim lebih dari 30 personel FC tewas dan terluka dalam serangan itu.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengecam "serangan TTP terhadap FC Checkpost" dalam sebuah tweet dari kantornya, menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinannya pada korban dan berharap pemulihan yang terluka.

"PM memberikan penghormatan kepada pasukan keamanan dan pengorbanan mereka untuk menjaga keamanan negara dengan menggagalkan desain teroris yang didukung asing," tambah kantornya.

Quetta adalah kota yang memiliki penduduk sekitar 500.000 dari suku Hazara yang menganut Islam Syiah, yang sebagian besar tinggal di daerah kantong etnis di pinggir kota.

Komunitas tersebut telah lama menjadi sasaran ISIS dan kelompok militan Sunni lainnya, yang melihat mereka sebagai sekte sesat.

Serangkaian pemboman yang dilakukan oleh kelompok militan sektarian Pakistan pada tahun 2013 menewaskan lebih dari 200 orang Hazara di kota itu.

Penjaga perbatasan juga menjadi sasaran gerilyawan Baloch, yang telah melancarkan pemberontakan yang menuntut untuk otonomi yang lebih besar. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home