Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:45 WIB | Minggu, 21 Maret 2021

Tanzania Lantik Samia Suluhu Hassan, Presiden Perempuan Pertama

Wapres Amerika Serikat, Kamala Harris, menyampaikan ucapan selamat kepada Samia.
Presiden baru Tanzania Samia Suluhu Hassan memeriksa pasukan kehormatan dari Pasukan Pertahanan Rakyat Tanzania setelah dia dilantik menggantikan pendahulunya yang meninggal karena sakit, di Istana Negara, di Dares Salaam, Tanzania, pada Jumat (19/3). (Foto: Reuters)

DARES SALLAM, SATUHARAPAN.COM- Republik Tanzania mengukuhkan presiden perempuan pertama dalam sejarah negara itu. Samia Suluhu Hassan menjadi perempuan pertama yang dilantik sebagai presiden Tanzania pascakematian Presiden John Magufuli, dua pekan lalu.

Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, pada hari Sabtu (20/3) mengucapkan selamat kepada Samia Suluhu Hassan, dan mengatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk memperkuat hubungan antara dua negara.

Harris adalah perempuan pertama, dan juga berdarah Asia, yang memegang jabatan sebagai Wakil Presiden di Amerika Serikat.

“Mengirimkan ucapan selamat kepada @SuluhuSamia setelah dia dilantik sebagai Presiden baru Tanzania, perempuan  pertama yang memegang jabatan itu. Amerika Serikat siap bekerja dengan Anda untuk memperkuat hubungan antar negara kita,” tulisnya dikutip Reuters.

Kantor Perwakilan Dagang AS memimpin upaya AS untuk menjalin kemitraan perdagangan dan investasi baru dengan Komunitas Afrika Timur, sebuah organisasi regional yang mencakup Burundi, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Tanzania, dan Uganda.

Ajak Persatuan

Hassan menjabat Wakil Presiden sejak 2015, dan dilantik sebagai Presidenpada hari Jumat (19/3). Dia mendesak negara untuk bersatu dan menghindari saling tuding setelah kematian John Magufuli, pendahulunya yang skeptis tentang COVID-19.

Dengan mengenakan hijab warna merah serta menyatakan sumpah di bawah Al Quran, Hassan dilantik di Wisma Negara,kediaman resmi presiden Tanzania, di Ibu Kota Dares Salaam.

"Ini adalah saatnya mengubur perbedaan di antara kita, dan berdiri bersatu sebagai negara," katanya. "Ini bukan waktunya untuk saling tuding, melainkan untuk bergandengan tangan dan bergerak maju bersama," katanya lagi di depan para pejabat dan mantan pejabat, termasuk dua mantan presiden dan perwira militer.

Hassan mengambil alih kursi kepresidenan dua hari setelah ia mengumumkan kematian Magufuli, yang ia katakan karena penyakit jantung. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home