Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 11:29 WIB | Rabu, 24 Maret 2021

Tweet Pertama CEO Twitter, Jack Dorsey, Dijual Senilai Rp 40 Miliar

Jack Dorsey. (Foto: dok. AFP)

SATUHARAPAN.COM-Bos Twitter, Jack Dorsey, menjual tweet pertamanya sebagai NFT dengan harga lebih dari US$ 2,9 juta dolar (setara Rp 40 miliar lebih) pada hari Senin (23/3).

Tweet tersebut dalam bentuk non-fungible token (NFT), sejenis aset digital unik yang telah meledak popularitasnya sejauh ini pada tahun 2021.

Setiap NFT memiliki tanda tangan digital berbasis blockchain sendiri, yang berfungsi sebagai buku besar publik, memungkinkan siapa saja untuk memverifikasi keaslian dan kepemilikan aset.

Tweet: "baru saja menyiapkan twttr saya" adalah tweet pertama Dorsey, dibuat pada 21 Maret 2006.

NFT dijual melalui lelang pada platform bernama Valuables, yang dimiliki oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, Cent.

Itu dibeli menggunakan cryptocurrency Ether, untuk 1630.5825601 ETH, yang bernilai US$ 2.915.835.47 pada saat penjualan, kata Cameron Hejazi, CEO dan salah satu pendiri Cent mengonfirmasi.

Cent mengonfirmasi bahwa pembelinya adalah Sina Estavi. Profil Twitter Estavi, @sinaEstavi, mengatakan dia berbasis di Malaysia dan merupakan CEO dari perusahaan blockchain Bridge Oracle. Estavi mengatakan kepada Reuters bahwa dia "berterima kasih" ketika dimintai komentar tentang pembelian tersebut.

Pada 6 Maret, Dorsey, yang merupakan penggemar bitcoin, men-tweet tautan ke situs web tempat NFT terdaftar untuk dijual. Dia kemudian mengatakan dalam tweet lain pada 9 Maret bahwa dia akan mengubah hasil lelang menjadi bitcoin dan menyumbangkannya kepada orang-orang yang terkena dampak COVID-19 di Afrika.

Dorsey menerima 95 persen dari hasil penjualan utama, sementara Cent menerima lima persen.

CEO Cent, Cameron Hejazi, mengatakan bahwa platformnya memungkinkan orang untuk menunjukkan dukungan untuk tweet yang melampaui opsi saat ini untuk menyukai, berkomentar, dan me-retweet.

"Aset-aset ini mungkin naik nilainya, mungkin juga turun, tetapi yang akan bertahan adalah buku besar dan sejarah 'Saya membeli ini dari Anda pada saat ini' dan itu akan terjadi pada pembeli, penjual dan ingatan penonton publik," kata Hejazi, menambahkan bahwa ini" secara inheren berharga." (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home