Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:56 WIB | Selasa, 13 Juni 2023

Waspada Nyamuk Dengue Yang Makin Ganas Ketika Udara Panas

Nyamuk Dengue. (Foto ilustrasi: dok. Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Kementerian kesehatan minta warga masyarakat mewaspadai gigitan nyamuk dengue, di mana nyamuk jenis ini akan semakin ganas ketia cuaca dan suhu udara tinggi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Imran Pambudi, mengatakan, dilihat jumlah kasusnya dari tahun 1968, pola terjadinya kasus-kasus yang tinggi ini pada saat adanya El Nino. Suhu udara meningkat dan ada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa nyamuk itu semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas.

''Jadi frekuensi dia menggigit itu akan meningkat tiga sampai lima kali lipat pada saat suhunya meningkat di atas 30 derajat,'' kata Imran pada konferensi pers ASEAN Dengue Day, Senin (12/6) di Jakarta.

Tahun ini, masyarakat perlu meningkatakan kewaspadaan terhadap DBD, pasalnya El Nino bisa terjadi kapan saja. Tidak hanya itu, musim hujan pun perlu diwaspadai mengingat akan ada banyak genangan air atau tempat berkembang biak nyamuk dengue.

Data Kemenkes pada 27 November 2022 menunjukkan kasus DBD periode 10 tahun terakhir mulai naik setiap bulan November, puncak kasus pada Februari, dan Maret-April mulai terjadi penurunan kasus. Siklus ini terjadi selama 10 tahun terkahir.

''Ini hubungannya dengan siklus musim hujan, jadi pada musim hujan ada genangan air maka kasusnya meningkat dan ini terjadi setiap tahun,'' kata Imran.

Pemberantasan Sarang Nyamuk

Strategi pemerintah dalam penanggulangan DBD dengan penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan. Penguatan surveilans tinggi yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsive. Partisipasi masyarakat dan institusi didorong untuk mencegah terjadinya DBD, terutama dalam pemberantasan sarang nyamuk.

Kemenken tidak menganjurkan pemberantasan nyamuk dengan fogging, sebab hanya berdampak sesaat. Efeknya kadang-kadang malah merugikan kesehatan manusia, sangat mencemari lingkungan dan akhirnya mencemari manusia. Fogging juga dapat membuat nyamuk malah menjadi resisten atau kebal.

''Yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk secara massal, berkesinambungan. Kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun,'' kata Imran.

Vaksin Dengue

Cara pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah melalui vaksin dengue. Hal ini menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue di Indonesia. Saat ini ada dua jenis vaksin yang sudah mempunyai izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, antara lain vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga.

Meskipun sudah ada izin edar dari BPOM, Kemenkes secara program bekerja sama dengan Direktorat Imunisasi dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk memasukkan vaksin ini ke dalam vaksin program atau imunisasi dasar lengkap.

Virus dari Nyamuk Aedes Aegypti

Dokter Spesialis Anak RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K) mengatakan infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Dia membutuhkan darah untuk dihisap supaya bisa bertelur.

''Masa inkubasi lima hingga 10 hari, rata-rata tujuh hari sejak gigitan nyamuk sampai timbul gejala. Biasanya nyamuk tersebut mengigit di saat terang mulai pukul 08:00 sampai pukul 10:00 pagi dan menjelang sore puku: 15:00 sampai pukul 17:00.  Pada jam tersebutlah nyamuk paling aktif mengigit,'' kata Karyanti.

Gejala-gejala infeksi dengue yang sering terjadi adalah demam mendadak tinggi selama dua sampai tujuh hari, muka memerah, sakit kepala, mual, kadang muntah, sakit perut, sakit tulang, kalau orang dewasa sering terjadi ngilu pada tulang sendi, nyeri otot.

Kemudian diare, bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah, kemudian tangan dan kaki dingin dan lembab, lemah, tidur terus.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home