Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:57 WIB | Rabu, 22 Juli 2020

WHO Ingatkan Vaksin sebagai Barang Publik Global dengan Distribusi dan Akses yang Adil

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: dok. Ist)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Para pemimpin politik harus bekerja untuk membuat vaksin COVID-19 dapat diakses oleh semua orang untuk kepentingan publik global, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus,pada hari Senin (20/7).

Ghebreyesus mengatakan pada konferensi pers reguler yang diadakan di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, bahwa komitmen politik sangat penting bagi setiap orang untuk memiliki akses yang sama ke vaksin.

“Untuk distribusi yang adil dan akses khusus ke orang miskin, dan mereka yang tidak mampu, elemen terpenting adalah komitmen politik, terutama oleh para pemimpin kita,” katanya.

Dia menegaskan bahwa “komitmen politik, tentu saja, adalah satu-satunya cara Anda bisa mendapatkan distribusi yang adil.

Sayangnya, WHO melihat sejumlah negara merencanakan hal yang lain. “Tapi salah satu pola yang mengkhawatirkan yang kita lihat adalah beberapa negara bergerak ke arah yang lain,” katanya.

“Dan ketika tidak ada konsensus untuk memiliki vaksin, barang publik global, itu sebenarnya dapat dimiliki oleh mereka yang memiliki uang dan mereka yang tidak mampu membelinya mungkin tidak memiliki akses ke vaksin. Beberapa pemimpin telah menelepon dan menekankan pentingnya membuat, bila tersedia, vaksin dan perlengkapan terapi untuk publik."

Ghebreyesus juga menekankan bahwa vaksin sebagai produk publik global tidak boleh dianggap sebagai jenis barang untuk amal. WHO telah merumuskan dan menyelesaikan kerangka kerja distribusi vaksin. Dia juga mengatakan distribusi vaksin yang adil bermanfaat bagi pemulihan ekonomi global.

“Keuntungan menggunakan distribusi yang keadilan dan juga akses bagi negara-negara miskin adalah agar dunia dapat benar-benar diangkat dari pandemi ini bersama-sama, yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi dunia,” katanya.

Jika bagian utamanya ini, di mana dunia telah terglobalisasi, dan distribusi vaksin tidak adil, maka itu akan menunda pemulihan ekonomi, kata Ghebreyesus. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home