Google+
Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 20:14 WIB | Jumat, 27 September 2013

Komnas HAM Akan Selidiki Penyegelan Gereja St Bernadette

Massa yang berdemonstrasi menuntut Gereja St Bernadette ditutup. (Foto:dok.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan menyelidiki penyegelan Gereja St. Bernadette di Bintaro, Tangerang Selatan. Penyelidikan akan diawali dengan menginventarisasi penyebab penyegelan itu.

Demikian dikatakan Komisioner Komnas HAM, Nurclosis. Sementara itu, Direktur The Wahid Institute, Yenny Wahid, mengatakan bahwa peristiwa sosial yang menggambarkan intoleransi seperti konflik antarpemeluk agama, disebabkan lemahnya pemimpin dalam mengayomi masyarakat.

“Sembilan tahun The Wahid Institute berjalan, dari berbagai kasus yang dianalisis, faktor kepemimpinan sangat mempengaruhi bagaiaman intoleransi di masyarakat terjadi dan merembet pada kasus yang lebih besar,” kata Yenny pada acara ulang tahun lembaga itu, Kamis (26/9) di Jakarta.

Setiap pemimpin, kata Yenny, di daerah maupun tingkat nasional, seharusnya mengimplementasikan semangat “Bhineka Tunggal Ika”, serta mengamlakannya. Hal itu adalah jaminan yang harus diberikan oleh pemimpin, mengingat adanya perbedaan suku,dan  agama dyang apat menjadi sangat sensitif, jika tidak dikelola dengan baik.

Dia juga mengatakan bahwa pemeluk agama kadang terjebak “militansi” atas nama satu keyakinan, dan menganggap perbedaan paham dengan kelompok lain  sebagai  sesuatu yang harus disimpulkan siapa yang benar dan yang salah.

Yenny menekankan konsep pemikiran agama harus dibungkus dengan perilaku yang dapat mengayomi kehidupan bermasyarakat. “Dogma-dogma tidak selalu dapat menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Komas HAM Mengecam

 “Mudah-mudahan sudah masuk laporannya, ataupun kalaupun tidak masuk laporannya, Komnas HAM yang akan secara pro aktif melakukan investigasi, kemudian menyaring semua informasi yang ada,” kata Nurcholis tentang penyelidikan Komnas HAM,  seperti dilansir KBR68H, Rabu (25/9).

“Kami mencoba menjembatani yang bertujuan memastikan bahwa pihak-pihak yang ingin menjalankan ibadah dapat menjalankan haknya,” tegasnya. Dia menambahkan bahwa lembaganya mengecam aksi penyegelan yang terjadi di Gereja St. Bernadette.

Maraknya aksi penyegelan rumah ibadah di Tanah Air akibat ketidaktegasan Pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani para pelaku intoleran.

Kasus penyegelan Gereja St. Bernadette terjadi pada Minggu (22/9) pagi. Penyegelan ini bukan yang pertama. Sebelumnya massa yang menyebut diri warga setempat melakukan aksi protes serupa.

Data yang ada di berbagai lembaga sejauh ini ada ratusan rumah ibadah di berbagai daerah yang disegel oleh massa atau pemerintah setempat atas desakan sekelompok orang.

Pesan Paskah PGI 2014
Vocare: ”Mari Saya Antar!”

Vocare: ”Mari Saya Antar!”

SATUHARAPAN.COM – Pelecehan seksual baru-baru ini di sebuah sekolah internasional, yang mengej...

Pertunjukan Wayang Kulit

Pertunjukan Wayang Kulit

SATUHARAPAN.COM – Kadang saya memainkan pertunjukan wayang kulit.  Saat gamelan mulai tal...

Kartini yang Membarui Dunia

Kartini yang Membarui Dunia

SATUHARAPAN.COM – Umumnya Kartini identik dengan perempuan, kebaya, sanggul, dan ayu. Selain i...

Kaca Pecah

Kaca Pecah

SATUHARAPAN.COM – Mendengar berita tentang pelecehan seksual pada anak-anak sekitar 6 tahun pa...