Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 12:06 WIB | Selasa, 13 Desember 2016

10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur

10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur
Pasukan propemerintah Suriah melintasi wilayah Sahat al-Melh dan Qasr al-Adly di wilayah Kota Tua, Aleppo yang baru saja di rebut, 8 Desember 2016. Presiden Bashar al Assad mengatakan kemenangan pasukannya akan menjadi langkah besar untuk mengakhiri perang Suriah seiring dengan upaya pasukan pemerintah untuk terus merebut wilayah pemberontak. GEORGE OURFALIAN / AFP
10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur
Warga sipil Suriah yang menyelamatkan diri dari kekerasan mengantri untuk menumpangi bus di sebuah pos pemeriksaan di desa Aziza di luar kota Aleppo pada 9 Desember 2016. / AFP PHOTO / George OURFALIAN
10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur
Pejuang aliansi Arab-Kurdi, Pasukan Demokratik Suriah, berjaga di desa Al-Haymar, pinggiran barat benteng ISIS di Raqa, 11 Desember 2016. Aliansi dukungan Amerika Serikat tersebut pada 10 Desember meluncurkan pertempuran tahap dua terhadap Raqa, ibu kota de facto ISIS di Suriah. DELIL SOULEIMAN / AFP
10.000 Warga Melarikan Diri dari Aleppo Timur
Pejuang syiah dari kelompok paramiliter Hashed al-Shaabi (Mobilisasi Rakyat) melepaskan tembakan ke posisi musuh saat mereka memasuki kota Shwah, sebelah barat Mosul, saat operasi perlawanan ISIS, 11 Desember 2016. Mobilisasi Rakyat bertempur di front barat, dalam upaya untuk merebut kembali kita Tal Afar dan memutus jalur suplai ISIS antara Mosul dan Suriah. AHMAD AL-RUBAYE / AFP.

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Lebih dari 10.000 warga sipil telah melarikan diri dari timur Aleppo dalam 24 jam terakhir saat distrik dari kota tersebut dikuasai oleh pemerintah Suriah, ungkap sebuah lembaga pengawas pada hari Senin (12/12).

Sekitar 130.000 warga sipil mengungsi sejak pasukan rezim melancarkan sebuah serangan untuk merebut kembali wilayah timur yang dikuasai pemberontak pada pertengahan November, kata Observatorium Suriah untuk HAM.

Pasukan pro-pemerintah pada Senin merebut distrik Sheikh Saeed, Aleppo, membuat mereka mengendalikan 90 persen dari wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan pemberontak, ungkap kelompok yang berbasis di Inggris tersebut.

Direktut Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan bahwa serangan tersebut membuat beberapa lingkungan di medan perang kota utara itu kosong.

Kota terbesar kedua di Suriah itu telah terbagi sejak 2012 antara wilayah pasukan pemerintah di barat dan pasukan pemberontak di timur. (AFP)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home