Google+
Loading...
HAM
Penulis: Melki Pangaribuan 14:56 WIB | Rabu, 09 Januari 2019

AJI-IBCWE Tuntaskan Program Lokakarya Kesetaraan Gender 2018

Ilustrasi. Undangan resmi Program Lokakarya Kesetaraan Gender di Dunia Kerja 2018

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – AJI Indonesia dan IBCWE menggelar diskusi dan kelulusan program lokakarya “Kesetaraan Gender di Dunia Kerja” di Ibis Jakarta, hari Rabu (9/1).

Menurut agenda, pembicara dalam diskusi "Kesetaraan Gender di Dunia Kerja" dan tantangan meliput isu ini di daerah diwakili Nani Afrida (Anadolu Agency/AJI) dan perwakilan dari IBCWE. Dalam kesempatan itu akan didengarkan juga pengalaman dari peserta program.

Peserta juga akan diberikan sertifikat dan buku hasil program lokakarya, lalu panitia mengumuman Best Graduate 2018, pemutaran video best graduate pemberian hadiah kepada peserta terbaik.

Program ini merupakan bagian dari waktu yang terus bergerak menuju abad Milenial. Kesempatan perempuan untuk mengaktualisasikan potensi dirinya semakin terbuka. Sayangnya mempertemukan kesempatan dan keinginan perempuan dalam dunia kerja dengan kesempatan dan keinginan sebagai kebijakan perusahaan masih belum maksimal.

“Begitu juga dengan perwujudan keadilan ekonomi bagi perempuan yang masih menjadi pekerjaan rumah agar perempuan mendapat kesempatan yang adil dan setara,” demikian keterangan tertulis yang disampaikan AJI.

Problem kesetaraan gender dan keadilan ekonomi juga bukan melulu menjadi problem perusahaan. Jumlah perempuan yang memilih sektor usaha sebagai upaya pemberdayaan diri juga kerap luput dari perhatian. Bagaimana proteksi, kesempatan, dan kemampuan mengeksplorasi dirinya untuk mengembangkan usaha yang dirintis sebagai sumber penghasilan dan pemberdayaan diri banyak menemukan hambatan sehingga kesempatan berkembang tak bisa maksimal.

International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia pernah merilis data Tren Ketenagakerjaan dan Sosial di Indonesia 2015  yang menunjukkan tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja adalah sangat rendah yakni berkisar antara 50 hingga 55 persen selama lima tahun terakhir. Selain itu, lebih dari 35 juta perempuan usia kerja menyatakan, mereka tidak berpartisipasi dalam angkatan kerja karena tanggung jawab keluarga.

Berdasarkan data yang disampaikan ILO, rendahnya partisipasi perempuan dalam angkatan kerja bisa menjadi indikasi semakin kecilnya peran perempuan dalam ruang publik. Padahal memiliki akses untuk mengambil peran dalam area publik adalah hak dasar setiap orang, termasuk perempuan. Kesetaraan gender artinya memberikan kesempatan yang sama sebagai manusia untuk mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, politik, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan, juga pertahanan dan keamanan, termasuk kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan negara.

Sebagai pilar keempat demokrasi, media memiliki peran strategis untuk mengkampanyekan isu kesetaraan gender dan keadilan ekonomi bagi perempuan. Dan jurnalis, sebagai penggerak media memiliki peran yang signifikan untuk melakukan pemberitaan yang seimbang dan berkeadilan gender.

Untuk mendukung hal tersebut maka telah diadakan program lokakarya “Kesetaraan Gender di Dunia Kerja” yang dibuka untuk 20 jurnalis dari berbagai wilayah di Indonesia. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan bulan Juli 2018 yang lalu, kemudian dilanjutkan dengan proses fellowship liputan dan mentoring.

“Di penghujung program ini kami bermaksud menyelenggarakan graduation bagi para peserta yang telah menyelesaikan rangkaian aktivitas dalam program ini, termasuk peluncuran kumpulan liputan mereka mengenai isu gender dalam dunia kerja yang menjadi bagian dari fellowship liputan hasil dari program ini,” kata AJI dan IBCWE dalam keterangan  tertulisnya.

 

Back to Home