Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 17:03 WIB | Jumat, 15 Juli 2016

Gunung Bromo Keluarkan Dentuman Lemah

Gunung Bromo Keluarkan Dentuman Lemah
Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur terlihat menyemburkan abu dalam letusannya pada 14 Juli 2016. Letusan tersebut menyemburkan abu hingga ketinggian 1,2 kilometer dan menyebabkan semua penerbangan di bandara Abdurrahman Saleh di Malang ditutup. AFP PHOTO/Bay Ismoyo
Gunung Bromo Keluarkan Dentuman Lemah
Sejumlah warga menunggani kuda saat beraktivitas di sekitar Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/7). Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

PROBOLINGGO, SATUHARAPAN.COM - Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan mengatakan Gunung Bromo mengeluarkan suara dentuman lemah.

"Petugas dari pos pengamatan gunung api Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mendengar suara dentuman lemah dari puncak kawah Bromo," katanya saat dihubungi dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hari Kamis (14/7).

Berdasarkan data yang terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Bromo pada tanggal 14 Juli 2016, tercatat secara visual cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 9-20 derajat celcius, Gunung Bromo terlihat jelas hingga berkabut, terjadi hujan gerimis hingga sedang dengan intensitas 3,1 milimeter. Kemudian asap kawah teramati putih, kelabu, coklat, kehitaman sedang hingga tebal, tekanan sedang hingga kuat, tinggi asap berkisar 300-1.000 meter dari puncak kawah ke arah barat laut-selatan, terdengar suara dentuman lemah.

"Secara seismik pada 13 Juli 2016 tercatat gempa tremor dengan amplitudo maksimum 1-5 milimeter dominan 1 milimeter, tiga kali embusan dengan amplitudo maksimum 16-20 milimeter, dan empat kali letusan dengan amplitudo maksimum 29-32 milimeter," tuturnya.

Menurut dia, status gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) itu masih dalam level II atau waspada, sehingga masyarakat dan wisatawan di sekitar Gunung Bromo tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif gunung setempat.

"Berdasarkan energi tremor dan deformasi yang terekam maka secara umum aktivitas Gunung Bromo masih fluktuatif dan embusan abu vulkanis yang telah terjadi selama beberapa pekan terakhir merupakan hasil dari proses erupsi," katanya.

Ia menjelaskan ancaman bahaya erupsi masih dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah aktif, namun potensi hujan abu vulkanis dapat terjadi lebih dari radius 1 kilometer karena tergantung besar kecepatan dan arah angin.

Sementara informasi yang dihimpun di lapangan, masih ada wisatawan yang nekat berada di bibir kawah Bromo untuk menikmati keindahan gunung yang berketinggian 2.329 mdpl itu dengan radius kurang dari 1 kilometer yang dapat membahayakan pengunjung yang bersangkutan. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home