Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 10:51 WIB | Rabu, 27 Mei 2015

Imam: Soal Pengungsi Rohingya Tidak Tunggu Muktamar NU

Ketua Panitia Muktamar Nadhlatul Ulama (NU) M. Imam Aziz ketiga dari kanan.( Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Panitia Muktamar ke-33 M Nahdlatul Ulama (NU) Imam Aziz mengatakan untuk bantuan kemanusiaan tidak menunggu Muktamar, bahwa pondok pesantren siap menampung pengungsi Rohingya.

“Kalau NU tidak menunggu Muktamar kalau soal kemanusiaan. NU sudah membuat tim untuk memberikan bantuan pengungsi-pengungsi karena urusan kemanusiaan tidak boleh ditunda,” kata Imam saat ditemui satuharapan.com di ruang rapat lantai 5 Gedung PBNU, Jalan. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Untuk itu, kata Imam imbauan kepada pondok pesantren tidak boleh menolak pengungsi-pengungsi Rohingya.

“Tidak boleh menolak pengungsi apalagi dalam urusan suaka, dulu dari Afghanistan banyak kita tampung dan sekarang ini sudah menampung banyak siswa dari Afghanistan sekolah di NU,” kata dia.

“Prinsipnya, siapa pun NU yang menghadapi masalah, misalkan dekat dengan pengungsi-pengungsi itu harus mengambil peran untuk menolong dan hak-hak mereka tidak terkurangi misalkan hak mendapatkan pendidikan hak untuk hidup layak, “ kata dia.

Sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan pondok pesantren siap menampung anak pengungsi Rohingya yang terpisah dari orangtuanya.

“Khusus bagi anak-anak yang terpisah dari orang tuanya atau bahkan orang tuanya sudah meninggal pondok pesantren siap menampung mereka,” katanya di Pondok Pesantren Al Mubarok, Wonosobo, Selasa (26/5).

Ia menuturkan banyak anak yang kehilangan orangtuanya selama berminggu-minggu mereka berada di perahu.

“Anak-anak yatim piatu itu kita didik di pondok pesantren, karena pendidikan itu hak mereka. Khusus untuk anak-anak, karena yang sudah dewasa tentu akan ada penanganan dengan opsi yang berbeda,” katanya.

Pemerintah Indonesia, ia menyatakan, sudah berkomitmen membantu para pengungsi.

“Jadi kebijakan Presiden, pemerintah Indonesia, jelas ketika mereka sudah masuk wilayah Tanah Air maka demi kemanusiaan kita harus menyantuni mereka sebagai pengungsi,” katanya.

“Dalam jangka darurat di depan mata adalah harus mengayomi mereka. Hal itu yang sudah dilakukan di Aceh,” katanya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home