Loading...
INDONESIA
Penulis: Claudya Ananda Putri Kawet 10:44 WIB | Selasa, 14 Mei 2013

Max Sopacua Bantah Soal Dana Hambalang Masuk Kas PD

Max Sopacua Bantah Soal Dana Hambalang Masuk Kas PD
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua
Max Sopacua Bantah Soal Dana Hambalang Masuk Kas PD
Ketua DPP Demokrat Sutan Bhatoegana

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, menampik tudingan bahwa ada aliran dana dari kasus korupsi projek fasilitas olah raga Hamabalang ke Partai Demokrat. Max mengatakan hal itu hari Senin (13/5) di Jakarta berkaitan dengan pernyataan Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah soal pembubaran Partai Demokrat.

Fahri seperti yang dikutip oleh republikaonline.co.id dan kompas.com mengatakan, "Kalau mau bekukan PKS, bekukan dulu Partai Demokrat. Karena dalam persidangan terbukti uang yang mengalir ke Kongres Demokrat di Bandung merupakan uang dari kasus korupasi Hambalang." Fahri mengatakan hal itu di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu (11/5).

Tentang pernyataan Fahri itu, Max Sopacua enggan berkomentar banyak. “Saya kira sebatas alasan-alasan di alam bebas ini, ya terserah saja, siapa saja boleh bicara, tapi kalau dikatakan ada aliran dana ke kas demokrat, itu salah dan keliru. Sebab, kita sudah melakukan audit kas partai, dan hasilnya adalah clear. Partai tidak pernah menerima dana dari orang-orang tersebut. Kalau dikatakan ada aliran dana saya pikir ada orang-orang ingin melakukan untuk dirinya sendiri,” ujar Max saat ditemui sebelum memasuki Ruang Sidang Paripurna DPR RI Senin (13/5) siang.

Ditambahkanya pula, “Selesai kongres di Bandung  kami segera melakukan audit terhadap kas partai dengan melalui auditor independen maupun auditor resmi dan hasilnya clear, tidak ada yang menyangkut pemakaian uang dari luar yang disebutkan masuk kas partai. Saya kira yang terjadi, misalnya Pak Nazaruddin itu, adalah proses person to person, tidak ada hubungannya dengan partai,” tambahnya.

Max mengatakan, jika ada partai yang menuding seperti yang dilakukan Fahri Hamzah,  sebaiknya lembaga hukum yang menilai. “Saya kira kalau hanya sebatas perbandingan sah-sah saja. Toh nanti verifikasi itu adilakukan di lembaga hukum. Apakah benar atau tidak, saya kira keputusan hukum itu tidak bisa dilandasi oleh unsur politik. Hukum ya hukum politik ya politik. Yang terpenting adalah validasi lembaga hukum. Dan Saya kira ucapan dari PKS adalah angin lalu,” tutup Max. 

Sementara itu,  Ketua DPP PD, Sutan Bhatoegana mengatakan bahwa hal itu merupakan urusan masing-masing partai. “Partai demokrat ya urusan partai demokrat. Jadi, menurut saya Fahri Hamzah itu sedang dalam keadaan tertekan dan galau, bingung, marah. Jadi, jangan bawa-bawa partai demokrat.” Kata dia.

Pernyataan yang disampaikan oleh Fahri Hamzah merupakan suatu pernyataan spontan yang disampaikan  dalam  keadaan tertekan. “Kita maafkan sajalah. Namanya anggota koalisi yang lagi galau kita doakan semoga cobaan yang ada di PKS dapat segera diselesaikan. Itulah doa kita dan itu pendapatuntuk pribadi, bukan PKS-nya,” kata Sutan Bhatoegana. 

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home