Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:52 WIB | Selasa, 19 September 2017

Panglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama istri di makam Presiden RI ke-2 Jenderal Besar H.M. Soeharto di Astana Giri Bangun, Matesih, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (19/9). (Foto: Puspen TNI)

KARANGANYAR, SATUHARAPAN.COM - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan dan para Asisten Panglima TNI melaksanakan ziarah ke makam Presiden RI ke-2 Jenderal Besar H.M. Soeharto di Astana Giri Bangun, Matesih, Karanganyar, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (19/9).

Sebelumnya Panglima TNI pada Senin (18/9) telah melakukan ziarah ke makam Presiden RI pertama Soekarno di Blitar dan makam Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur.

Panglima TNI menyampaikan bahwa pelaksanaan ziarah merupakan salah satu rangkaian HUT Ke-72 TNI Tahun 2017.

"Ziarah ke Makam mantan Presiden RI ke-2 Jenderal Besar H.M. Soeharto merupakan salah satu wujud bahwa TNI tidak pernah melupakan sejarah," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan ziarah ini adalah berdoa sebagai bentuk penghormatan bagi pemimpin bangsa terdahulu.

"Disamping itu juga agar prajurit-prajurit TNI meneladani langkah-langkah beliau sejak perjuangannya hingga sampai menjadi Presiden," katanya.

"Sosok Jenderal Besar H. M. Soeharto adalah seorang Perwira yang selalu sukses dalam setiap penugasan, sehingga menjadi panutan dan tauladan bagi prajurit-prajurit TNI," ujar Panglima TNI.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait pemutaran film G 30 S/PKI, Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa tujuan dari pemutaran film ini bukanlah untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tetapi agar masyarakat dan generasi muda mengetahui bahwa kita pernah punya sejarah kelam.

"Saya memerintahkan kepada seluruh jajaran TNI dan menghimbau kepada masyarakat untuk memutar Film G 30 S/PKI tersebut, sehingga kita tidak mudah untuk terprovokasi dan terpecah-pecah hingga dapat menyebabkan peristiwa tersebut terulang lagi karena sejarah cenderung berulang," kata Gatot Nurmantyo. (Puspen TNI)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home