Loading...
EKONOMI
Penulis: Bayu Probo 10:03 WIB | Jumat, 01 Agustus 2014

Pergerakan IHSG Pascapilpres Dipengaruhi Kinerja Emiten

Logo PT Telkom. (Sumber: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Analis pasar modal William Surya Wijaya menilai pascaeuforia pemilihan umum presiden pergerakan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia akan dipengaruhi kinerja emiten semester I/2014.

“Setelah euforia pilpres, ada potensi arah pergerakan pasar saham sentimennya ke kinerja emiten semester I tahun ini,” ujar William Surya Wijaya yang juga analis dari PT Asjaya Indosurya Securities di Jakarta, Kamis (31/7).

Menurut dia, kinerja emiten semester I tahun ini mayoritas mengalami pertumbuhan sehingga indeks BEI berpotensi masih berada dalam tren positif atau bertahan di level 5.000 poin.

Ia mengemukakan bahwa beberapa kinerja emiten di antaranya laporan PT Astra International Tbk (ASII) mengalami pertumbuhan laba sebesar 11 persen menjadi Rp 9,8 triliun pada semester I 2014 dari Rp 8,8 triliun pada periode sama tahun lalu.

Selain itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga membukukan kenaikan laba sebesar 4,01 persen pada semester I 2014 menjadi Rp 7,4 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 7,1 triliun.

Laba PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga mengalami kenaikan 0,82 persen menjadi Rp 282 miliar dari Rp 280 miliar pada periode I 2013. Sementara anak usahanya PT WIKA Beton Tbk (WTON) juga naik sebesar 24 persen menjadi Rp 169,28 miliar.

Lalu, PT Semen Indonesia Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 2,78 triliun pada semester I 2014 atau meningkat 8,61 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 2,56 triliun.

Kemudian, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan laba naik 34,4 persen menjadi Rp 2,29 triliun, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatat laba naik 6,6 persen menjadi Rp 1,34 triliun pada semester I 2014.

Di sektor perbankan di antaranya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan laba bersih semester I 2014 sebesar 15,6 persen menjadi Rp 9,6 triliun. Pada periode sama, laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga tumbuh 15,4 persen menjadi Rp 4,936 triliun.

Dan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membukukan laba dan pertumbuhan tertinggi dibanding bahkan BUMN lainnya yakni sebesar 17,11 persen menjadi Rp 11,74 triliun pada semester I 2014.

Selain kinerja emiten, menurut William Surya Wijaya, investor pasar modal juga akan mencermati data ekonomi domestik yang sedianya akan dipublikasikan pada awal pekan mendatang (Senin, 4/8) seperti data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

“Inflasi diperkirakan masih di bawah satu persen, besaran itu masih cukup stabil sebab pada bulan puasa dan Hari Raya Lebaran pada tahun ini tidak ada kenaikan harga yang signifikan,” ucapnya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa selain dari faktor dalam negeri pelaku pasar juga akan mencermati sentimen dari eksternal, saat kondisi geopolitik di Ukraina tetap menjadi ancaman bagi harga komoditas baik minyak maupun gas dunia.

“Kenaikan harga dari komoditas tersebut menjadi kekhawatiran terhadap naiknya nilai impor Indonesia yang bisa berdampak pada kinerja neraca perdagangan Indonesia,” katanya. (Ant)

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home