Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:59 WIB | Selasa, 10 Januari 2017

Presiden Jokowi Sebut Megawati Pejuang Demokrasi

Presiden Joko Widodo (kanan), mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) memotong nasi tumpeng pada peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-44 PDI Perjuangan. Peringatan HUT partai pendukung pemerintah tersebut digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, hari Selasa, 10 Januari 2017. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang menyatakan akan melindungi Presiden dari berbagai macam gangguan.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa Megawati merupakan pejuang demokrasi.

"Ya kan jelas ya. Bahwa Ibu Mega itu kan Pejuang Demokrasi. Artinya apa? Yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau lawan," kata Presiden usai menghadiri HUT PDIP di Jakarta Convention Center, hari Selasa (10/1).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, pernyataan yang disampaikan oleh Megawati merupakan salah satu bentuk dukungan konstitusional yang diberikan partainya kepada salah satu kadernya yang menjadi Kepala Negara.

"Begitu juga yang ingin mengganggu Presiden. Karena presiden yang terpilih konstitusional. Pasti beliau akan turun dan tadi sudah sampaikan," kata Jokowi.

Ketika ditanya dalam bentuk apa dukungan yang akan diberikan oleh Megawati, Presiden pun mempersilakan untuk menanyakan langsung kepada Ketua Umum Partai Pemenang Pemilu 2014 itu.

Sebelumnya, saat memberikan pidato politiknya di acara HUT PDI-P ke 44, Megawati menegaskan bahwa partainya akan selalu mendukung dan menjaga jalannya pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara konstitusional.

"Jadi kalau ada yang mau macam-macam, Bapak Presiden, Pak Wapres, panggil saja kita. Kalau ada yang mau macam-macam, anak buah saya sudah ada loh, Bapak," kata Megawati.

Megawati menambahkan, kader-kader partainya selalu siap untuk berbakti kepada bangsa dan negara.

"Anak-anak saya ini nakal, Bapak Presiden, tapi kalau untuk bangsa dan negara, jiwa mereka berikan," katanya. (Setpres)

Editor : Eben E. Siadari