Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Martahan Lumban Gaol 21:21 WIB | Minggu, 09 Agustus 2015

PWNU Jabar Nilai Dinamika Muktamar Semakin Berkualitas

Suasana penghitungan suara Pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2015-2020 di Alun-alun Kabupaten Jombang, Kamis (6/8) dinihari WIB lalu. (Foto: Dok. satuharapan.com)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) diharapkan fokus mengawal seluruh program kerja hasil Muktamar ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Menurut dia, semua pihak harus bersyukur, karena muktamar telah berakhir dengan lancar, dinamis, dan semakin berkualitas.

"Kita sepatutnya bersyukur muktamar berlangsung meriah dan menyenangkan. Jika ada pihak yang kurang berkenan dan bicara lain di luar, biarkan saja. Kita tidak usah bereaksi. Sudah biasa dalam organisasi seperti ini. Tinggal kita bersabar. Barangkali mereka masih emosi, nanti tunggu beberapa waktu juga reda sendiri," ucap Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Barat, Eman Suryaman, seperti dikutip dari NU Online, pada Minggu (9/8).

Dia berharap, semua pihak menghargai Panitia Muktamar ke-33 NU yang sudah bekerja keras mengawal muktamar dari awal hingga akhir. Persoalan kecewa, misalnya terkait registrasi peserta atau pelayanan dan ketatnya memasuki ruang persidangan tidak perlu dipersoalkan lagi, sebab hal itu dialami semua peserta Muktamar ke-33 NU yang hadir di Alun-alun Kabupaten Jombang.

"Saya sendiri juga mengalami perasaan yang kurang mengenakkan. Tetapi kita juga harus bersikap dewasa. Panitia itu punya tanggungjawab penuh meraih target sukses. Jadinya ketat. Di hari pertama saya dan teman-teman juga merasa, kok ini sepertinya panitia sangat menekan peserta, tetapi pada akhirnya harus sama-sama sadar apa yang dilakukan panitia untuk kebaikan bersama," ujar dia.

Berhenti Provokatif

Eman juga berharap semua pihak tidak membuat panas suasana, termasuk media massa yang sering mengambil judul atau kata-kata provokatif terkait isu muktamar tandingan, muktamar ulang, kecurangan, NU pecah, dan seterusnya.

"Harus proporsional melihat muktamar secara umum. Situasi muktamar berlangusng baik. Insiden kecil sudah biasa terjadi. Begitulah dinamika," ujar dia.

Lebih lanjut, Eman berpesan agar semua sumber daya NU saat ini lebih fokus mengawal mandat Muktamar ke-33 NU yang meletakkan semangat gerakan dakwah di jalur budaya dengan semangat Islam Nusantara. Fokus melanjutkan gerakan pembangunan rumah sakit, pendirian sekolah dan kampus. Juga serius menggerakkan ekonomi rakyat karena warga NU mayoritas berada di lapisan ekonomi bawah. (nu.or.id)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja