Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 19:30 WIB | Jumat, 01 Oktober 2021

Afghanistan Hadapi Ancaman Kelaparan Menjelang Musim Dingin

Bendera Taliban terlihat di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, pada 16 September 2021. (Foto: dok. Reuters)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Kekurangan keuangan yang parah dan datangnya musim dingin dapat menimbulkan “krisis kemanusiaan besar” bagi Afghanistan jika uang tidak dikembalikan untuk membayar upah dan layanan, terutama perawatan kesehatan, kata direktur regional Federasi Palang Merah Internasional (IFRC) mengatakan pada hari Kamis (30/9).

Alexander Matheou mengatakan, Afghanistan akan memasuki "beberapa bulan yang sangat sulit" karena suhu turun, menambah kekurangan pangan akibat kekeringan dan kemiskinan. Pemotongan layanan kesehatan membuat banyak warga Afghanistan yang rentan, terutama di daerah pedesaan, dalam bahaya.

Peringatan itu datang ketika otoritas Taliban dengan cepat membubarkan protes yang dipimpin perempuan dengan tembakan yang menuntut persamaan hak atas pendidikan di Kabul. Poster-poster yang dipegang oleh sekelompok kecil perempuan bertuliskan “Jangan bakar buku kami!” disita dan dimusnahkan oleh pria bersenjata, dengan alasan bahwa perrempuan tersebut tidak meminta izin untuk berkumpul.

Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah meminta 36 juta CHF (setara US$ 38 juta) untuk terus mendanai klinik kesehatan, bantuan darurat, dan layanan lainnya di 16 provinsi. Matheou berbicara pada konferensi pers di Kabul sehari setelah juru bicara PBB, Stephane Dujarric, meminta para donor untuk mempercepat pendanaan untuk flash banding senilai US$ 606 juta yang hanya 22 persen didanai untuk membantu 11 juta warga Afghanistan untuk sisa tahun ini.

“Perlu ada beberapa solusi untuk aliran keuangan ke Afghanistan untuk memastikan bahwa setidaknya gaji dapat dibayarkan, dan pasokan penting, listrik dan air menjadi dua di antara yang dapat diperoleh,” kata Matheou. Sistem kesehatan primer membutuhkan sumber pendanaan tambahan yang independen dari kelompok agar dapat terus beroperasi, tambahnya.

Sejak Taliban menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional telah menghentikan pencairan dana kepada pemerintah, sementara Amerika Serikat membekukan miliaran dolar aset yang disimpan di rekening Amerika oleh Bank Sentral Afghanistan. (AP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home