Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 17:45 WIB | Rabu, 29 Juli 2015

Ahok Jalani Pemeriksaan Bareskrim 6 Jam

DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI seusai menjalani pemeriksaan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareksrim) di Markas Besar Polisi Republik Indonesia, Rabu (29/7). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjalani pemeriksaan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareksrim) di Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan selama kurang lebih enam jam. Pemeriksaan dimulai pukul 10.30 WIB dan baru selesai kurang lebih pukul 15.30 WIB. Mantan politikus Senayan ini diperiksa sebagai saksi kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) tahun 2014.

Setelah menjalani pemeriksaan, Ahok kembali ke Balai Kota DKI. Turun dari mobil hitamnya, Ahok nampak tak kelelahan. Senyum merekah justru mengembang di wajah mantan Bupati Belitung Timur ini. Ia bahkan sempat menangani keluhan warga di Pendopo Balai Kota DKI. Saat disapa awak media, Ahok sembari bercanda mengatakan tidak kelelahan meski menjalani pemeriksaan yang cukup lama.

Nggak capek. Dikasih makan, dikasih minum. Ditanya macam-macam sih, ditanya nama anak, nama istri, anak sekolah di mana, kerjaan di mana, kondisi sehat apa nggak, ada tekanan apa nggak,” kata Ahok di hadapan awak media.

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik menanyai perihal pengusulan UPS dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Ahok menjelaskan, dalam KUAPPAS yang telah disepakati eksekutif dan legislatif untuk tahun anggaran 2014, tak ditemukan adanya poin anggaran pengadaan UPS.

Selanjutnya, ia mengaku tak tahu menahu terhadap eksekusi pencairan dana untuk pembelian UPS. Di Dinas Pendidikan pun, kata Ahok, tak ada anggaran yang dialokasikan untuk pembelian UPS, sedangkan dalam APBDP 2014, angaran prioritas tak ditujukan untuk dana pendidikan.

“Justru dinas pendidikan dicoret karena tidak mampu untuk merehab. Dalam APBDP diprioritaskan beli alat berat dan truk sampah untuk menangani rob. Saya juga nggak ngerti, ini bisa tiba-tiba muncul. Kalau tiba-tiba muncul ini meyalahi perjanjian kami dengan DPRD karena saya tanya Dinas Pendidikan juga nggak mengeluarkan (dana). Di Musrembang, usulan (UPS) di sekolah juga nggak ada,” Ahok menjelaskan.

Selain Ahok, beberapa waktu Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi PPP, Abraham Lunggana juga menjalani proses pemeriksaan di Bareskrim. Lulung diperiksa sebagai saksi. Saat pengadaan UPS, Lulung menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD DKI. Bareskrim juga telah menetapkan dua tersangka pengadaan UPS yakni Alex Usman dan Zaenal Soelaiman.

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home