Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 16:56 WIB | Jumat, 03 Juli 2015

Ahok Resmi Lantik Delapan Pejabat Eselon

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara resmi melantik pejabat eselon II di Gedung Balai Agung, Balai Kota, Jakarta hri Jumat (3/7) pukul 13.45 WIB. (Foto: Fracisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok secara resmi melantik delapan pejabat eselon II yang menjabat sebagai kepala dinas dan kepala badan menggantikan beberapa nama yang terdampak evaluasi. Pelantikan dilakukan di Gedung Balai Agung, Balai Kota, Jakarta hari Jumat (3/7) pukul 13.45 WIB.

Delapan pejabat baru ini di antaranya Irwandi, SH, MM, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan menengah, dan Perdagangan menggantikan Joko Kundaryo. Selanjutnya, Drs Firmansyah, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda menggantikan Zaenal Soelaiman. Kemudian, Drs Isnawa Adji, MAP, Kepala Dinas Kebersihan menggantikan Saptastri Ediningtyas, Drs Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi menggantikan Benjamin Bukit, Ir Ratna Diah Kurniati, Msi, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman menggantikan Nandar Sunandar, Ir Tri Djoko Sri Margianto, Kepala Dinas Tata Air menggantikan Agus Priyono, Dr Edy Junaedi, S.STP, Msi, Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menggantikan Noor Syamsu Hidayat, dan Ali Maulana Hakim, S.IP, M.Si diagkat menjadi Wakil Kepala Dinas Kebersihan.

Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1223 Tahun 2015 Tanggal 2 Juli 2015 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.  Kinerja efektif kepala dinas dan kepala badan baru mulai berlaku sejak tanggal dilantiknya para pejabat eselon ini.

Menurut Ahok, delapan pejabat ini berhasil menyingkirkan 140 pejabat eselon III yang ikut tes. Ke delapan pejabat ini menurut Ahok telah lulus tes tertulis. Namun demikian, tak semuanya lulus psikotes.

“Yang lulus psikotes cuma satu, yaitu pak Edy Junaedi. Yang lain dipertimbangkan. Lebih parah lagi, ada yang tidak disarankan oleh psikolog, yaitu Pak Irwandi dan Bu Ratna. Mungkin mereka kurang berani negur bawahan. Jadi saya kasih hati macan biar berani,” kata Ahok.

Ahok juga menargetkan sepekan pertama, kadis dan kepala badan baru harus memecat stafnya yang disinyalir ‘ngeyel’ dan memainkan anggaran. Sementara itu, untuk kepala dinas dan kepala badan yang dicopot, mereka akan dipindah di bursa kerja.

Editor : Bayu Probo

Ikuti berita kami di Facebook


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home