Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 06:28 WIB | Selasa, 01 November 2016

Anton Medan Pilih Dzikir Dibanding Demo Ahok

Anton Medan Pilih Dzikir Dibanding Demo Ahok
Sejumlah personel Brimob berbaris di kawasan Monas, Jakarta, Senin (31/10). Sebanyak 5.630 anggota Brimob gabungan dari sejumlah Polda diperbantukan ke Jakarta untuk meningkatkan pengamanan Ibu Kota menyusul rencana aksi demonstrasi pada 4 November 2016 terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto-foto; Antara)
Anton Medan Pilih Dzikir Dibanding Demo Ahok
Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (kedua kiri) meninjau alutsista yang dimiliki Korps Brimob dalam kunjungannya ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10). Dalam kunjungannya Kapolri melihat simulasi penanganan kerusuhan dan meninjau alutsista yang dimiliki Korps Brimob serta membahas mengenai penanganan pengamanan pilkada.
Anton Medan Pilih Dzikir Dibanding Demo Ahok
Personel Brimob mengamankan seorang pelaku teror yang menyusup dalam aksi unjukrasa saat simulasi penanganan kerusuhan Pilkada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10). Simulasi dilakukan guna menyiagakan personel Korps Brimob dalam menghadapi gangguan keamanan jelang pelaksanaan Pilkada serentak.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Anton Medan memilih dzikir dibandingkan berunjuk rasa terkait penyataan petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok yang dituduh menistakan agama pada Jumat (4/11).

"Saya doa dzikir bersama dengan santri," kata Anton Medan di Jakarta Senin (31/10)

Anton mengatakan akan doa bersama 4.000 santri di pesantren miliknya bernama Kaki Langit pada Kamis (3/11) malam.

Anton mendukung aksi unjukrasa organisasi keagamaan itu namun pendemo agar tidak bertindak anarkis, serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

"Demo hak warga negara asal tidak anarkis," ujar Anton.

Anton mengingatkan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq yang mendorong aksi itu agar tetap menjaga kedamaian selama berunjuk rasa.

Terlebih Anton mengaku memiliki kedekatan dengan pentolan FPI itu saat menjalani penahanan di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Anton menemui Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan guna membahas pengamanan dan pengawalan terhadap rencana aksi unjuk rasa terhadap Ahok.

Pria bernama asli Ramdhan Effendi meminta jaminan keamanan kepada pihak kepolisian karena muncul kegelisahan masyarakat terkait rencana aksi demo penolakan penistaan agama. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home