Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 21:11 WIB | Selasa, 14 Mei 2013

AS dan Inggris Desak Suriah Akhiri Perang Saudara

Presiden AS, Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris, David Cameron masih akan membahas upaya perdamaian di Suriah selama satu pecan ini. (dok. VoA Indonesia)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron mendesak Moskow mengakhiri perang saudara di Suriah yang telah menyebabkan lebih dari 80.000 orang tewas dan lima juta jiwa lainnya terpaksa keluar dari tempat tinggal mereka untuk mengungsi.

Perang saudara yang terus berlangsung di Suriah hingga saat ini tentu terus menambah penderitaan rakyatnya. Oleh karena itulah Obama sebagai pemimpin juga mengutarakan kepeduliannya dengan menegaskan, "Rusia memiliki kewajiban yang besar untuk menyelesaikan permasalahan jangka panjang yang terjadi di Suriah."

Ia juga menambahkan dalam pidatonya yang dilakukan di Gedung Putih, "Pemerintahan dengan iklim yang stabil tentu akan menghasilkan pemerintahan yang baik pula."

Dalam pidatonya, Obama menegaskan, "Sejarah Suriah saat ini sedang dituliskan melalui keadaan rakyatnya dan Amerika terus mengamati situasi yang terjadi di Suriah."

Pada pembicaraan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Sochi (Rusia) pada hari Jumat, sebelum bepergian ke Washington, AS, Cameron mengatakan bahwa ia melihat tanda-tanda bahwa pemimpin Rusia bersedia untuk menngesampingkan perbedaan dengan Barat dan bergabung dengan upaya untuk mencapai solusi politik di Suriah.

Cameron mengatakan bahwa ia sangat vokal dalam mendukung oposisi Suriah dengan tegas meminta Bashar al-Assad harus pergi karena pemerintahan yang ia pimpin justru menghancurkan dan menyengsarakan rakyatnya sendiri.

Ia kembali menegaskan bahwa tujuan AS memberikan imbauan kepada Suriah adalah untuk mendukung terciptanya kestabilan demokrasi, lingkungan negara yang stabil dan AS juga sangat menentang pertumbuhan ekstremisme dan kekerasan di Suriah.

Oposisi

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan Perdana Menteri Rusia, Sergei Lavrov sepakat untuk mengadakan pertemuan internasional mengenai Suriah yang akan mencakup perwakilan dari pemerintah Suriah dan oposisi.

Rencananya konferensi akan diatur pada bulan ini tetapi setelah Cameron mengadakan pembicaraan dengan Putin pada hari Jumat minggu ini.

Seorang anggota delegasi Rusia mengatakan banyak perbedaan pendapat mengenai aturan pembicaraan yang akan disampaikan pada akhir Mei 2013 ini. Secara khusus pejabat Rusia bertanya-tanya apakah oposisi Suriah akan mengikuti upaya rekonsiliasi.

Rusia telah mendukung rezim Assad dalam konflik dan memperingatkan bahwa beberapa gerakan pemberontak berjuang untuk menggulingkan pemerintah di Damaskus dan rencana ini mendapatkan dukungan dari kelompok-kelompok ekstremis, termasuk Al Qaeda.

Pertemuan diplomatik atas Suriah akan terus berlanjut dalam pekan ini. AS akan mengadakan pembicaraan di Rusia dengan Presiden Putin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahudan Lavrov. Mereka diperkirakan akan bertemu di sela pertemuan Dewan Arktik di Swedia, yang akan berlangsung Selasa (14/5) ini.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home