Loading...
DUNIA
Penulis: Elvis Sendouw 11:04 WIB | Selasa, 30 September 2014

AS Imbau Hong Kong Tahan Diri di Tengah Demonstrasi

Para demonstran dan mahasiswa mengangkat ponsel mereka sebagai bentuk solidaritas dalam aksi protes yang dilakukan di luar markas besar Dewan Legislatif di Hong Kong pada 29 September 2014. Hong Kong tenggelam dalam krisis politik terburuk sejak penyerahannya pada 1997 saat aktivis prodemokrasi menduduki jalanan setelah Tiongkok menolak untuk memberikan hak pilih universal secara penuh kepada warga kota tersebut. (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM – Amerika Serikat pada Senin (29/9) waktu setempat, mendesak pemimpin Hong Kong menahan diri setelah polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata kepada demonstran.

AS juga mengungkapkan pihaknya sudah mengatakan kepada Beijing bahwa mereka mendukung hak pilih universal di wilayah tersebut.

“Amerika Serikat mengimbau otoritas Hong Kong untuk menahan diri dan mengajak demonstran menyampaikan pandangan mereka dengan damai,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan.

“Amerika Serikat mendukung hak pilih universal di Hong Kong yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar dan kami mendukung aspirasi rakyat Hong Kong.”

“Kamis secara konsisten menyampaikan pendapat kami kepada Beijing dan akan terus melakukannya,” ucap Earnest.”

“Kami yakin masyarakat terbuka, dengan tingkat otonomi tertinggi dan diatur dalam supremasi hukum, sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran Hong Kong.”

Earnest juga menambahkan posisi pemimpin eksekutif di Hong Kong akan diberikan kredibilitas lebih besar, jika masyarakat dari kota semiotonomi Tiongkok itu bisa memilih calon pemimpinnya dengan bebas. (AFP)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home