Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 15:19 WIB | Minggu, 21 Januari 2024

Astronot Eropa dalam Misi Swasta Tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon diluncurkan dari landasan LC-39A selama Axiom Mission Three (Ax-3) di Kennedy Space Center, di Cape Canaveral, Florida, pada hari Kamis, 18 Januari 2024. (Foto: AFP)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Awak yang seluruhnya berasal dari Eropa termasuk astronot pertama Turki tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada hari Sabtu (20/1) dalam perjalanan yang disewa oleh Axiom Space.

Dijuluki Axiom Mission 3 (Ax-3), ini adalah peluncuran ketiga perusahaan tersebut ke laboratorium luar angkasa dan yang pertama di mana ketiga kursi berbayar tersebut dibeli oleh lembaga-lembaga nasional, bukan oleh individu kaya.

Pesawat luar angkasa itu berlabuh di ISS pada pukul 10:43 GMT dan mendarat dalam waktu sekitar dua jam, menurut siaran langsung NASA mengenai acara tersebut.

Crew Dragon SpaceX yang dipasang di bagian atas roket Falcon 9 diluncurkan dari Kennedy Space Center NASA di negara bagian Florida, Amerika Serikat pada hari Kamis (18/1).

Ia tiba di ISS, yang terbang sekitar 260 mil (420 kilometer) di atas Bumi, setelah perjalanan sekitar 36 jam, menurut situs web Axiom Space.

Pilot Turki dan kolonel angkatan udara Alper Gezeravci bergabung dengan Walter Villadei, seorang kolonel angkatan udara Italia yang sebelumnya pernah terbang ke tepi luar angkasa dengan pesawat luar angkasa Virgin Galactic, dan Marcus Wandt dari Swedia, yang mewakili Badan Antariksa Eropa.

Mereka dipimpin oleh Kepala Astronot Axiom Michael Lopez-Alegria, seorang warga negara Spanyol dan AS dan mantan astronot NASA.

Tim Axiom-3 disambut dengan pelukan oleh tujuh awak yang sudah berada di ISS, mulai dari Jepang, Denmark, Amerika Serikat, dan Rusia.

Mereka akan menghabiskan waktu sekitar dua pekan untuk melakukan 30 eksperimen, mempelajari lebih lanjut tentang dampak gayaberat mikro pada tubuh manusia, memajukan proses industri, dan banyak lagi.

Axiom Space didirikan pada tahun 2016 oleh Michael Suffredini, mantan manajer program ISS untuk NASA, dan pengusaha Kam Ghaffarian.

Selain mengatur misi pribadi ke pos orbital, perusahaan ini juga mengembangkan pakaian antariksa untuk misi NASA ke Bulan di masa depan.

Mereka juga sedang membangun stasiun luar angkasa komersial yang awalnya akan dipasang ke ISS, kemudian dipisahkan dan mengorbit secara independen beberapa saat sebelum ISS dihentikan.

Harga pasti dari Ax-3 belum diungkapkan, namun pada tahun 2018 ketika perusahaan tersebut pertama kali mengumumkan program tersebut, yang melibatkan penyewaan perangkat keras SpaceX dan membayar layanan kepada NASA, perusahaan tersebut menetapkan label harga sebesar US$ 55 juta (sekarang setara Rp 852 miliar) per kursi.

Baru-baru ini, Hongaria dilaporkan oleh spacenews.com merencanakan kesepakatan senilai US$ 100 juta dengan Axiom untuk misi masa depan yang melibatkan satu astronot.

Inggris, yang berupaya membangun strategi luar angkasa pasca Brexit, juga telah menandatangani perjanjian untuk misi masa depan yang membawa astronot Inggris. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home