Loading...
EKONOMI
Penulis: Sabar Subekti 06:16 WIB | Sabtu, 05 September 2020

Bahrain Izinkan Wilayah Udaranya Dilintasi Penerbangan dari dan ke UEA

Seorang pejabat Uni Emirat Arab (UEA) berdiri di dekat pesawat udara El Al, yang membawa delegasi Amerika Serikat dan Israel ke UEA setelah kesepakatan normalisasi, setibanya di bandara Abu Dhabi dalam penerbangan komersial pertama dari Israel ke UEA, pada hari Senin (31/8/2020). (Foto: dok. AFP)

MANAMA, SATUHARAPAN.COM-Bahrain akan mengizinkan "semua penerbangan yang datang dan berangkat dari Uni Emirat Arab" untuk melintasi wilayah udara kerajaan pulau itu, kata sebuah pernyataan yang tampaknya mengizinkan penerbangan Israel setelah negara tetangganya, Arab Saudi, mengeluarkan pengumuman serupa.

Kantor Berita Bahrain, BNA, yang dikelola negara menyampaikan pengumuman tanpa secara langsung menyebut Israel, seperti yang dilakukan Arab Saudi. Namun, pengumuman pada hari Kamis (3/9) malam itu dikeluarkan hanya beberapa hari setelah Arab Saudi mengizinkan penerbangan penumpang komersial langsung Israel menggunakan wilayah udaranya untuk mencapai UEA.

Pernyataan itu tidak menyebutkan saingan kerajaan itu, Iran, atau Qatar, yang saat ini diboikot oleh Bahrain, Arab Saudi dan UEA.

Penerbangan antara Bahrain dan UEA sekarang mengitari utara wilayah udara Qatar, karena Doha tetap dilarang mengunakan wilayah udara negara-negara yang memboikot di tengah perselisihan politik selama bertahun-tahun. Penerbangan Iran ke UEA juga tidak perlu memasuki wilayah udara Bahrain.

BNA mengutip seorang pejabat Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi yang tidak disebutkan namanya dalam pengumuman itu, mengatakan bahwa itu atas permintaan otoritas penerbangan sipil di UEA.

Penerbangan Pertama

Awal pekan ini, Jared Kushner, menantu dan penasihat senior presiden Amerika Serikat, terbang bersama delegasi tingkat tinggi Israel ke UEA pada penerbangan penumpang komersial langsung pertama antara kedua negara. Penerbangan tersebut melintasi wilayah udara Arab Saudi, menandakan setidaknya persetujuan untuk terobosan perjanjian yang ditengahi AS oleh Uni Emirat Arab untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Penerbangan masa depan UEA dari Israel kemungkinan dapat mengambil rute yang sama, menghindari perjalanan melalui Teluk Arab, tempat Pengawal Revolusi Iran tetap aktif. Namun, penerbangan kargo El Al yang direncanakan dari Belgia ke Dubai akhir bulan ini mungkin perlu melewati Bahrain. Saat ini, penerbangan nonstop Emirates dari Brussel melintasi seluruh Iran, yang memandang Israel sebagai pesaing regionalnya.

UEA telah mempromosikan kesepakatan itu, karena bergantung pada Israel yang menghentikan rencana kontroversialnya untuk mencaplok bagian Tepi Barat yang diupayakan oleh Palestina untuk negara masa depan mereka. Kesepakatan itu juga memungkinkan Abu Dhabi untuk membeli persenjataan canggih dari AS, termasuk jet tempur siluman F-35.

Palestina dengan keras menentang normalisasi itu, karena mengurangi salah satu dari sedikit keuntungan mereka dalam pembicaraan damai yang hampir mati dengan Israel. (AP)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home