Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 10:24 WIB | Minggu, 16 Agustus 2015

Biaya Pemeliharaan Kereta Api Singapura Alami Peningkatan

Ilustrasi kereta cepat Prancis, TGV (Train a Grand Vitesse). (Foto: wikipedia.org)

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM – Singapura akan meningkatkan biaya pemeliharaan berbagai gerbong kereta api seiring dengan rencana pemerintah memperpanjang jalur rangkaian kereta api.

Menurut menteri Transportasi Lui Tuck Yew–sebagaimana diberitakan berita.mediacorp.sg, Sabtu (15/8)–biaya pemeliharaan meningkat 30 miliar rupiah setahun yang diperuntukkan untuk perawatan rangkaian kereta api yang telah dibeli sejak lima tahun lalu, jumlah tersebut meningkat 50 miliar rupiah dalam lima tahun mendatang.

"Jika anda melihat apa yang terjadi di Singapura dengan dibandingkan transportasi  selain Tiongkok, anda akan mendapati, negara ini  mempunyai pembangunan rangkaian kereta api paling pesat," kata Lui.

Menurut catatan Kementerian Transportasi Singapura dalam periode mulai dari  2011 sampai dengan Desember 2015, Singapura telah membangun 40 stasiun baru dan akan ditambah juga rangkaian kereta api. Dengan pembukaan Jalur Downtown Tahap 2 pada Desember 2015 mendatang, maka akan didapati enam dari sepuluh keluarga di Singapura akan dapat menikmati kemudahan kereta api yang hanya menempuh waktu perjalanan hanya 10 menit dari rumah mereka,” kata Lui.

Masalah gangguan persinyalan termasuk salah satu yang pernah ditangani dengan baik oleh Lui, hanya beberapa bulan setelah dia dilantik sebagai menteri pada 2011,  dia menghadapi pekerjaan cukup berat yakni dengan dua gangguan sinyal kereta api selama tiga hari pada Desember 2011.

Gangguan-gangguan itu merupakan gangguan yang terburuk dalam sejarah SMRT (Singapore Mass Rapid Transit).

Bulan lalu, dua jalur utama kereta api  Utara-Selatan dan Timur-Barat mengalami gangguan selama tiga jam. Sehubungan dengan gangguan itu, Land Transportation Authority (LTA)  melakukan audit terperinci terhadap aturan penyenggaraan SMRT dari sisi maintenance, LTA menyebut ada beberapa hal yang harus mengalami perombakan dan ditingkatkan.

Meskipun begitu, Kementerian Transportasi kala itu menjawab audit LTA dengan mengatakan bahwa pelayanan transportasi kereta api  semakin bertambah baik.

Pemerintah Singapura sudah membelanjakan lebih dari 4,6 miliar rupiah untuk melakukan pembaharuan, seperti menggantikan penyepit, sistem persinyalan kereta api dan menggantikan rel ketiga yang dapat berfungsi sebagai tempat untuk perbaikan gerbong apabila terjadi kerusakan. 

Lui menegaskan bahwa aturan dalam pelaksanaan perjalanan kereta api dan MRT adalah tanggungjawab para pengembang. Lui menyebut, para pengembang di sektor transportasi kini mengambil pendekatan yang lebih pro-aktif. (berita.mediacorp.sg).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home