Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 19:04 WIB | Senin, 17 Januari 2022

Diprediksi Puncak Varian Omicron Pertengahan Februari hingga Maret

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan. (Foto: Humas Kemenko Marves)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM- Para peneliti telah melakukan studi dan memprediksi bahwa puncak gelombang Omicron COVID-19 di Indonesia diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022 .

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan, dalam Konferensi Pers virtual Update Penanganan Pandemi COVID-19 pada Minggu (16/1) di Jakarta.

“Namun apabila kita meningkatkan protokol kesehatan dan dapat mendorong jumlah orang tervaksinasi, kita pasti bisa membuat perkembangan menjadi landai dibanding dengan apa yang terjadi di negara lain,” katanya.

Luhut mengatakan, segala keputusan yang diambil untuk memitigasi keparahan kondisi COVID-19 telah melalui proses penelitian dan kajian dari berbagai akademisi dan pakar terkait. “Kita harus bekerja sama dalam menghadapinya,” katanya usai hadir dalam Ratas dengan Presiden Joko Widodo, bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Berdasakan data, saat di negara-negara Eropa, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat telah melewati puncak varian Omicron, sedangkan di negara Asia masih meningkat. “Memang varian Omicron ini gejalanya lebih ringan dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya, seperti Delta, tetapi kita harus melakukan mitigasi supaya kejadian pertengahan Juli 2021 tidak terulang kembali,” kata Luhut.

Menurutnya, tingkat perawatan rumah sakit dan kematian pun dapat meningkat akibat kasus yang meningkat tajam. Luhut mengatakan bahwa langkah pengetatan pintu masuk masih tetap harus dipertahankan untuk mencegah masuknya varian Omicron ke dalam negeri.

Medan Tempur di Jakarta

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menjaga ketersediaan vaksin. “Vaksin juga sudah kami siapkan, baik yang produksi dalam negeri seperti vaksin merah-putih maupun dari luar negeri untuk mendukung supply vaksin di Indonesia, termasuk yang akan digunakan menjelang MotoGP di Mandalika, Lombok,” katanya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bahwa Jakarta akan dijadikan medan tempur melawan varian Omicron yang pertama di Indonesia.

“Sebagian besar, lebih dari 90 persen transmisi lokal varian Omicron terjadi di Jakarta, jadi kita harus mempersiapkan khusus DKI Jakarta sebagai medan perang pertama menghadapi Omicron dan kita harus bisa memastikan kita bisa menangani,” katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home