Loading...
SAINS
Penulis: Dedy Istanto 21:14 WIB | Minggu, 18 Agustus 2013

Hari Orangutan se-Dunia Upaya Menyelamatkan dari Kepunahan

Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) salah satu jenis yang terdapat di Kalimantan. (Foto: Dedy Istanto).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Hari Orangutan se-Dunia yang jatuh pada hari Senin (19/8) besok merupakan bagian dari upaya menyelamatkan orangutan dari kepunahan. Seperti dilansir dalam situs worldorangutanday.org diperkirakan jumlah populasi Orangutan Sumatera (Pongo abeili) yang ada di Pulau Sumatera sekitar 7.000 atau turun sekitar lebih dari 50 persen. Sedangkan Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) populasinya diperkirakan sekitar 45.000 atau turun sekitar 43 persen, berdasarkan data yang dirilis dari tahun 1992 sampai dengan tahun 2000.

Tingkat penurunan populasi orangutan yang ada di alam liar sebagai habitatnya yang semakin menurun akibat penggundulan hutan yang terus meningkat. Selain itu juga terdapat perburuan terhadap orangutan yang dibunuh maupun diperdagangkan.

Orangutan menjadi satu jenis satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang No.5 tahun 1990 karena menjadi jenis satwa yang hanya ada di Sumtera dan Kalimantan. Satwa mamalia ini terbilang unik karena hampir mempunyai kekerabatan dengan manusia, karena tingkat kemiripan rangkaian DNA (deoxyribose-nucleic acid) orangutan yang mencapai sekitar 96,4 persen.

Orangutan yang bertubuh cokelat dan kemerah-merahan ini bisa memiliki postur tinggi mencapai 1.24 sampai dengan 1.5 meter dengan tubuh gemuk, berleher besar serta tangannya yang panjang dan kuat. Bobotnya bisa mencapai sekitar 50 sampai dengan 90 kilogram bagi yang jantan, sedangkan betina bisa mencapai sekitar 30 sampai dengan 50 kilogram.

Berbagai upaya untuk menyelamatkan orangutan dari kepunahan terus dijalankan oleh berbagai lembaga baik di Indonesia maupun luar negeri. Bahkan  bintang film Hollywood Nicole Kidman dan juga personil Spice Girl Geri Halliwell juga ikut serta dalam upaya kampanye menyelamatkan orangutan dari kepunahan melalui Sumatran Orangutan Society (SOS) tahun 2012 lalu.

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home