Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:13 WIB | Jumat, 01 Mei 2020

Helikopter Israel Serang Milisi Dukungan Iran di Suriah

Puing-puing dari sebuah rumah yang menurut pihak berwenang Suriah diserang oleh pesawat udara Israel, di pinggiran Damaskus Hajira, Suriah, hari Senin ( 27/4/ 2020). (Foto: SANA)

DAMASKUS, SATUHARAPAN.COM-Helikopter Israel menembakkan beberapa roket dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada target di dalam wilayah selatan Suriah, kata media pemerintah Suriah melaporkan pada hari Jumat (1/5). Ini adalah serangan terbaru yang dikatakan sumber intelijen terhadap milisi yang didukung Iran.

Sumber-sumber oposisi di daerah itu mengatakan beberapa pos milisi di dekat Quneitra menjadi sasaran dalam serangan itu, yang menurut laporan hanya menyebabkan kerusakan materi. Dan sejauh ini tidak ada komentar segera dari tentara Israel.

Pangkalan dan konvoi yang dijalankan oleh milisi Hizbullah Lebanon yang didukung Iran, yang kuat di Dataran Tinggi Golan, Suriah, telah menghadapi serangan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Israel dilaporkan meningkatkan serangannya di Suriah pada saat perhatian dunia dan wilayah itu, termasuk Suriah, terganggu dengan penanganan virus corona, kata sumber intelijen regional.

Dua pekan lalu, serangan pesawat tanpa awak Israel menargetkan sebuah mobil yang membawa pasukan dari Hizbullah di Suriah selatan di sepanjang perbatasan dengan Lebanon tanpa menyebabkan korban.

Beberapa hari kemudian, Israel menyerang Suriah tengah di dekat kota kuno Palmyra, yang menurut sumber-sumber intelijen regional adalah pos terdepan milisi yang didukung Iran dan pusat komando.

Dalam beberapa tahun terakhir Israel mengakui melakukan banyak serangan di wilayah Suriah sejak dimulainya perang saudara pada tahun 2011.

Militer Iran di Suriah

Setelah Suriah mengumumkan pada Senin (27/4) lalu bahwa pihaknya telah mencegat serangan udara Israel di dekat ibukota Damaskus, menteri pertahanan Israel, Naftali Bennett, mengatakan kepada media Israel bahwa Israel akan meningkatkan serangan melawan Iran di Suriah.

Bennett tampaknya mengkonfirmasi bahwa Israel berada di balik serangan udara itu atas apa yang dikatakan sumber-sumber intelijen Barat sebagai pangkalan Iran. "Kami telah beralih dari memblokir Iran di Suriah untuk memaksanya keluar dari sana, dan kami tidak akan berhenti," kata Bennett dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan membiarkan lebih banyak ancaman strategis tumbuh tepat di seberang perbatasan kami tanpa mengambil tindakan. Kami akan terus melakukan perlawanan ke wilayah musuh," kata Bennett.

Tentara Suriah kemudian mengatakan serangan Senin menewaskan tiga warga sipil Suriah dan melukai beberapa lainnya.

Israel mengatakan kehadiran militer Iran di Suriah, di mana milisinya bertempur bersama pasukan Presiden Suriah, Bashar al Assad, merupakan ancaman strategis dan mengklaim Teheran mencari kehadiran militer permanen di sepanjang perbatasan utara.

Ancaman konfrontasi langsung antara musuh bebuyutan Israel dan Iran telah lama membara di Suriah, dengan Israel menganggap Iran sebagai ancaman terbesarnya.

Assad mengatakan pasukan Iran dipersilakan tinggal di Suriah setelah bertahun-tahun kemenangan militer di mana Iran dan Rusia telah memainkan peran penting dalam mengembalikan sebagian besar wilayah negara itu di bawah kendalinya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home