Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 09:02 WIB | Kamis, 15 Januari 2015

Hisbullah: Musuh Islam Terbesar bukan Charlie Hebdo, tapi Takfiri

Hasan Nasrallah. (Foto: israelifrontline.com)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM – Pemimpin Hisbullah, Hasan Nasrallah, dalam sebuah pidato di televisi memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, mengatakan musuh terbesar Islam adalah pengikut kelompok agama ekstrem berideologi Takfiri yang telah menyerang dan menghina Nabi lebih keji dari pada olok-olok kartun Nabi yang dilakukan oleh orang-orang Barat.

"Perilaku kelompok Takfiri yang mengaku mengikuti Islam telah mendistorsi Islam, Al-Quran dan umat Muslim lebih dari musuh-musuh Islam ... yang menghina nabi dalam film ... atau menggambarnya dalam kartun," kata Nasrallah Jumat pekan lalu, yang sampai hari ini masih dikutip oleh berbagai media, termasuk oleh the dailystar.com.lb.

Pernyataan itu dikemukakan dua hari setelah serangan teroris ekstermis Islam terhadap majalah satir Prancis Charlie Hebdo, yang menyebabkan 12 orang kehilangan nyawa. Tragedi itu telah mengundang keprihatinan dunia serta kesadaran baru terhadap gerakan kebebasan berpendapat. Mingguan Charlie Hebdo sebelumnya pernah menerbitkan edisi bergambar kartun yang oleh kalangan Muslim dinilai mengejek nabi.

"Takfiri adalah ancaman terbesar bagi Islam, sebagai agama, [dan] sebagai ajaran," kata Nasrallah, pria kelahiran 31 Agustus 1960 yang menjadi sekjen ketiga sepanjang sejarah dari organisasi politik dan paramiliter Hisbullah. Pendahulunya, Abbas al-Musawi dibunuh oleh Angkatan Darat Israel pada 1992.

Nasrallah kerap juga disebut sebagai "al-Sayyid Hassan" untuk menandakan dirinya sebagai keturunan langsung dari Nabi Muhammad melalui cucunya, Husain ibn Ali.

Amerika Serikat dan Uni Eropa menggolongkan Hisbullah sebagai organisasi teroris.

Kecaman terhadap gerakan Takfiri memang cukup kencang belakangan ini, terutama dari kalangan Islam Sunni. Menurut situs sunnah defence league, Wahabi Takfiri dibangun atas dasar akidah-akidah sesat, yang menuding kaum Muslim di luar mereka sebagai musyrik dan mengeluarkan fatwa pembunuhan.

Disebutkan bahwa teroris Takfiri – yang didukung oleh beberapa negara Arab di Timur Tengah dan kekuatan-kekuatan dunia – berupaya untuk menciptakan perpecahan di dunia Islam dan konflik di kawasan serta melakukan pembantaian kaum Muslim dan penyimpangan akidah.

Saat ini, pembantaian luas dan mengerikan yang terjadi di Suriah disebut sebagai bagian dari meningkatnya aktivitas kelompok Takfiri. "Takfiri atas nama Islam – agama yang penuh cinta dan kasih sayang – melakukan kekerasan sadis dan merusak citra Islam. Padahal, aksi-aksi mereka sepenuhnya bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut perspektif para cendekiawan Muslim, mengontrol dan menghancurkan gerakan Takfiri merupakan urgensitas utama dunia Islam."

Mengenai situasi di dalam negeri, Nasrallah mengatakan Hisbullah telah berdialog dengan pihak Gerakan Masa Depan dalam sebuah upaya serius bagi kepentingan bangsa. Ia mengakui banyak keraguan terhadap perundingan itu namun ia menekankan hasil kesepakatan yang berharga sedang diusahakan.

"Saya menjamin, mengikuti dua sesi yang sudah berlangsung sejauh ini, saya melihat kemungkinan tercapainya kesepakatan," kata dia.

Pemimpin Hisbullah itu menambahkan, dialog intra-Kristen adalah kunci untuk membuka jalan bagi pemilihan presiden, dan ia menawarkan menawarkan dukungan untuk pembicaraan  antara Gerakan Patriotik Kemerdekaan dan Angkatan Bersenjata Lebanon.

Dia juga menolak anggapan bahwa Lebanon membutuhkan perjanjian regional atau internasional untuk memilih presiden. Ia bersikeras negara itu bisa memecahkan masalahnya sendiri.

Ia memberi hormat kepada Angkatan Darat Libanon dan pasukan keamanan atas militansinya mengawal  di perbatasan timur dan timur laut dengan Suriah.

Dia memperingatkan warga untuk tidak menjadi korban dari "perang psikologis" yang digunakan oleh para jihadis di perbatasan, termasuk ISIS dan Front Nusra yang telah menyandera 25 prajurit Lebanon.

"Para militan di perbatasan telah gagal mencapai kemenangan siginifikan di perbatasan," kata dia.

"Seperti kita telah mengalahkan bangsa Israel, kita akan menaklukkan para pengikut Takfiri, para teroris dan siapa pun yang menyerang Lebanon.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home