Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 05:54 WIB | Selasa, 01 Desember 2020

Ilmuwan Nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, Dimakamkan

Pasukan keamanan Iran membawa peti jenazah Mohsen Fakhrizadeh yang terbuhun hari Jumat (28/11), di Teheran, Iran.

TEHERAN, SATUHARAPAN.COM-Ilmuwan nuklir terkemuka Iran yang terbunuh, Mohsen Fakhrizadeh, dimakamkan di sebuah pemakaman di Teheran utara pada hari Senin (30/11),  menurut laporan televisi pemerintah, dan menteri pertahanan Iran berjanji bahwa Republik Islam akan membalas pembunuhannya.

Fakhrizadeh, yang telah lama dicurigai oleh pemerintah Barat dan Israel sebagai dalang program senjata nuklir rahasia, disergap di jalan raya dekat Teheran pada hari Jumat (27/11) dan ditembak mati di dalam mobilnya.

Para ulama dan penguasa militer Iran menyalahkan musuh lama Republik Islam, Israel, atas pembunuhan itu. Iran di masa lalu menuduh Israel membunuh beberapa ilmuwan nuklir Iran sejak 2010.

Televisi pemerintah menayangkan peti mati Fakhrizadeh, dibungkus dengan bendera Iran dalam sebuah upacara di kementerian pertahanan, di mana hanya beberapa lusin komandan militer senior dan keluarganya yang hadir, karena tindakan pencegahan virus corona.

"Musuh tahu dan saya, sebagai seorang tentara, memberi tahu mereka bahwa tidak ada kejahatan, tidak ada teror dan tidak ada tindakan bodoh yang tidak akan dijawab oleh rakyat Iran," kata Menteri Pertahanan ,Brigadir Jenderal Amir Hatami, dalam pidato yang disiarkan televisi pada upacara tersebut.

Jenazah kemudian dibawa ke pemakaman Emamzade Saleh di Teheran utara untuk dimakamkan.

Kantor berita semi resmi Iran, Fars, mengatakan pada hari Minggu (29/11) bahwa Fakhrizadeh dibunuh dengan senapan mesin otomatis yang dioperasikan dengan remote control. Para saksi pada hari Jumat mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa ada pria bersenjata di sana.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak mengomentari pembunuhan itu. Seorang menteri kabinet Israel, Tzachi Hanegbi, mengatakan pada hari Sabtu (28/11) bahwa dia tidak tahu siapa yang melakukannya. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home