Loading...
SAINS
Penulis: Bayu Probo 17:46 WIB | Sabtu, 11 Oktober 2014

IMF Siap Berbuat Lebih Banyak dalam Memberantas Ebola

Perawat Liberia membawa tubuh korban meninggal akibat virus Ebola menuju pemakaman di Monrovia, Liberia. (Foto: bbc.co.uk)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM – Presiden Guinea, salah satu negara Afrika barat yang dilanda krisis Ebola, pada Jumat (10/10) bertemu dengan Direktur IMF Christine Lagarde, yang berjanji organisasi tersebut “siap berbuat banyak jika diperlukan.”

Virus tersebut, yang muncul di Guinea pada awal tahun ini, menjangkiti sekitar 1.300 warga negara Guinea dan merenggut 768 di antara mereka.

Badan bantuan dunia Medecins Sans Frontieres mengungkapkan pada Kamis lonjakan tajam kasus Ebola di Guinea mengakibatkan unit perawatannya di ibu kota Conakry hampir mencapai batas kemampuannya.

“Selain merenggut korban jiwa dan menyebabkan dislokasi sosial, (penyakit) itu terancam menghancurkan semua kemajuan yang berhasil dicapai negara-negara tersebut dalam pembangunan ekonomi dan pengentasan kemiskinan selama beberapa tahun terakhir,” kata Lagarde dalam sebuah pernyataan tertulis setelah bertemu dengan Presiden Alpha Conde.

“Kami sudah memberikan bantuan darurat sebesar 41 juta dolar AS (sekitar Rp 500,8 miliar). Kami siap berbuat lebih banyak jika diperlukan,” ia menegaskan.

IMF memberikan bantuan cepat sebesar 130 juta dolar AS (sekitar Rp 1,5 triliun) dua pekan lalu untuk melawan wabah Ebola, setelah pemerintah negara-negara yang dilanda Ebola di Afrika Barat mengatakan mereka sangat mengandalkan janji bantuan global yang akan menyediakan bantuan uang tunai.

IMF mengucurkan dana 41 juta dolar AS (sekitar Rp 500,8 miliar) kepada Guinea, 49 juta dolar AS (sekitar Rp 598,5 miliar) bagi Liberia dan 40 juta dolar AS (sekitar Rp 488,6 miliar) untuk Sierra Leone. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home