Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 19:20 WIB | Selasa, 24 Februari 2015

ISIS Sandera 90 Penduduk Kristen Assyria

Kerabat dari warga Kristen Koptik Mesir yang dibunuh oleh ISIS menangis setelah mendengar berita pilu tersebut. (Foto:AFP)

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Di balik berita keberhasilan milisi Kristen Suriah melancarkan serangan perdana ke kubu kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) hari Minggu (22/2), terbetik berita tak sedap. ISIS yang memukul balik pada keesokan harinya telah menculik sedikitnya 90 orang dari desa-desa Kristen Assyria di timur laut Suriah, menurut seorang pengawas hak asasi manusia.

Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) yang berbasis di London, mengatakan sumber mereka melaporkan melalui perangkat nirkabel, bahwa ia telah mendengar berita tentang ISIS --nama populer NIIS -- menangkap "56 tentara salib."  Ia juga melaporkan bahwa puluhan orang Asyur diculik dari desa Tal Hermez.

Penculikan dilaporkan muncul hanya beberapa minggu setelah kelompok ini merilis rekaman yang menunjukkan pemenggalan 21 Kristen Koptik di sebuah pantai di Libya, yang memicu kecaman internasional.

Rami Abdurrahman, direktur SOHR, mengatakan kepada The Independent, yang melaporkan berita ini bahwa perempuan dan anak-anak  diyakini terdapat diantara mereka yang ditangkap oleh kelompok ISIS. Dia mengatakan tidak ada informasi lebih lanjut saat ini mengenai kondisi mereka.

Nuri Kino, kepala kelompok aktivis A Demand For Action, mengatakan kepada Associated Press bahwa jumlah milisi yang tertangkap antara 70 hingga 100, berdasarkan pembicaraan dengan sejumlah orang desa.

Seorang wanita Asyur dari Tal Shamiram yang sekarang tinggal di Beirut mengatakan dia telah berjuang untuk mencari tahu apa yang terjadi pada orang tuanya, abangnya, kakak iparnya serta anak-anak mereka.

"Sambungan telepon telah diputus, ponsel mereka ditutup," katanya kepada AP. "Apakah mereka telah disembelih? Apakah mereka masih hidup? Kami sedang mencari berita."

"Keluarga saya mengunjungi saya bulan lalu dan kembali ke Suriah. Walau terjadi bentrokan itu normal, tidak ada yang luar biasa. Aku merasa begitu tak berdaya, saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka tapi berdoa," katanya.

Tel Tamr, sebuah kota di dekat desa Kristen Asyur di mana penculikan terjadi, telah mengalami pertempuran sengit antara militan ISIS, milisi Kurdi YPG dan milisi Kristen Suriah.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home