Loading...
INDONESIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 21:35 WIB | Minggu, 25 Januari 2015

Jokowi Panggil 7 Tokoh Independen Selesaikan Kisruh KPK-Polri

Presiden Jokowi saat bertemu dengan sejumlah Bupati se-Sumatera di Istana Bogor. Malam ini Jokowi memanggil tujuh tokoh untuk membantu menyelesaikan kisruh KPK-Polri. (Foto:Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo memanggil tujuh tokoh yang dianggap independen untuk memberikan nasihat mengenai penyelesaian kisruh antara KPK dan Polri yang tengah terjadi.

Ketujuh tokoh itu adalah Pakar Hukum Tata Negara dan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jimly Asshiddiqie, Mantan Wakapolri, Oegreseno, Pakar Kepolisian, Bambang Widodo, Mantan Wakil Ketua KPK, Erry Hardjapamekas, Gurubesar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, Mantan ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, dan Mantan Ketua KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean.

Ketujuh orang tersebut dipanggil Presiden ke istana sore ini. Satu diantaranya tidak dapat hadir karena masih berada di Yogyakarta, yaitu Syafii Ma'arif.

"Kami diundang sebagai pribadi dan belum dibentuk menjadi tim formal, tetapi kami sewaktu-waktu diminta memberikan masukan dalam masalah ini. Terutama untuk meredakan ketegangan yang di masyarakat dan memberi kesempatan penegakan hukum yang transaparan," kata Jimly, dalam keterangannya di Istana Negara, malam ini (25/1), seusai Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers singkat.

Menurut dia, tujuh tokoh ini akan memberikan dukungan untuk memastikan bahwa baik KPK maupun Polri tetap bekerja dengan efektif dalam menegakkan keadilan. Menurut dia, mereka memberikan saran kepada Jokowi agar permasalahan antara KPK dan Polri memisahkan permasalahan orang per orang dan insitusi.

Ketika kepadanya ditanya, apa yang dimaksud oleh Jokowi agar jangan ada kriminalisasi, seperti dalam konferensi persnya malam ini, Jimly mengatakan maksudnya adalah jangan mencari-cari kesalahan orang untuk memperkeruh suasana. "Kalau mau cari kesalahan orang, pasti ada saja. Tetapi jangan sampai itu digunakan untuk memperkeruh suasana," tambah dia.

 

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home