Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 13:46 WIB | Jumat, 19 Desember 2014

Kadin: 20 Persen Jamu Beredar Ilegal

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (tengah, duduk) bersama Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (kedua kanan), Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (keempat kanan), Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram (ketiga kanan), Presdir Mustika Ratu Mustika Ratu Putri Kuswisnu Wardani (duduk, kiri), Puteri Indonesia 2014 Elvira Devinamira (kedua kiri) dan Puteri Indonesia Pariwisata 2014 Estelita Liana meminum jamu bersama saat pencanangan gerakan minum jamu di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12). Kementerian Perdagangan menyerukan gerakan minum jamu tiap Jumat. (Foto: Antara/Fanny Octavianus)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengatakan sekitar 20 persen dari total jamu yang beredar di Tanah Air merupakan produk ilegal atau tidak resmi.

"Total perdagangan jamu dan kosmetika yang berasal dari jamu itu sekitar Rp 80 triliun. Tapi 20 persen atau sekitar Rp 15 triliun itu produk ilegal," kata Wakil Ketua Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya Putri K Wardani dalam pencanangan minum jamu tiap Jumat di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (19/12).

Menurut Putri yang juga Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk, dari 20 persen produk jamu dan kosmetika ilegal itu terdiri atas produk asal Indonesia dan impor.

"Produk ilegalnya dari Indonesia dan lebih banyak lagi yang impor. Macam-macam asalnya," jelasnya.

Demi mengatasi maraknya peredaran produk jamu ilegal dari luar negeri, termasuk melalui perdagangan elektronik, Putri meminta pemerintah untuk melakukan upaya antisipasi.

"Itu harus ditelusuri, apakah jamu itu legal atau ilegal. Di `e-commerce` kan kita tidak tahu. Kadang BPOM juga tidak tahu produk tersebut beredar. Makanya Kemenkominfo, Kemenristek, Kepolisian dan Ditjen Bea Cukai harus atur peredarannya," ujarnya.

Lebih lanjut, Putri mengatakan pertumbuhan industri jamu masih menunjukkan tren positif. 

Pada 2014 ini, industri jamu masih bertahan pada posisi belasan persen dan diharapkan bisa terus tumbuh pada 2015, terutama dengan adanya pencanangan minum jamu setiap hari Jumat oleh pemerintah.

Sementara untuk ekspor jamu, ia mengatakan jumlahnya masih sangat kecil. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home