Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:59 WIB | Sabtu, 24 Juli 2021

Kanada Segera Merelokasi Penerjemah Afghanistan

Situasi di Afghanistan memburuk setelah penarikan pasukan AS, dan orang yang membantu Kanada menjadi sasaran serangan Taliban.
Seorang polisi Afghanistan berjaga-jaga di pos pemeriksaan di pinggiran Kabul, Afghanistan, pada 13 Juli 2021. (Foto: dok. Reuters)

OTTAWA, SATUHARAPAN.COM-Kanada mengumumkan bahwa mereka akan memukimkan kembali penerjemah Afghanistan, staf kedutaan dan keluarga mereka di tengah situasi "dinamis dan memburuk" di Afghanistan. Disebutkan bahwamereka telah menjadi sasaran serangan oleh Taliban.

“Kanada ada di sini untuk mendukung mereka yang mendukung kami,” kata Menteri Imigrasi, Marco Mendicino, seraya menambahkan bahwa “beberapa ribu” orang akan memenuhi syarat dan pendatang pertama akan segera mendarat di Kanada.

Reuters melaporkan bulan ini bahwa Kanada berencana untuk merelokasi penerjemah Afghanistan dan lainnya sesegera mungkin sehubungan dengan penarikan militer Amerika Serikat yang akan segera terjadi.

"Kami menghargai bahwa ada kebutuhan untuk bertindak cepat dan tegas, tetapi kami juga harus melakukannya dengan aman mengingat situasi yang sangat dinamis dan memburuk," kata Mendicino pada konferensi pers yang disiarkan televisi di Ottawa.

Dia tidak memberikan jumlah spesifik orang yang akan diterima atau mengatakan kapan tepatnya mereka akan tiba. "Banyak warga Afghanistan menempatkan diri mereka dalam risiko untuk membantu Kanada... sekarang mereka menghadapi ancaman yang lebih besar dari Taliban," katanya.

Kelompok pemberontak Taliban menguasai lebih banyak dan lebih banyak wilayah, mendorong kembali pasukan Afghanistan yang kewalahan.

Pejabat Kanada mengidentifikasi warga Afghanistan yang memenuhi syarat, dengan fokus pada mereka yang bekerja untuk Kanada sebagai penerjemah atau yang memberikan “dukungan kritis,” staf kedutaan dan keluarga mereka, kata Mendicino.

Misi tempur Kanada di Afghanistan berakhir satu dekade lalu, setelah negara itu memukimkan kembali sekitar 800 warga Afghanistan yang telah bekerja untuk negara itu sebagai penerjemah atau dalam peran lain.

Banyak warga Afghanistan yang bekerja dengan Kanada dan negara-negara NATO lainnya takut akan pembalasan dari Taliban saat pasukan Amerika Serikat pergi.

“Laju kemajuan Taliban selama sebulan terakhir ini meresahkan,” kata Menteri Luar Negeri Kanada, Marc Garneau, pada konferensi pers. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home