Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 12:07 WIB | Kamis, 22 Juli 2021

Taliban Kuasai Separoh Jumlah Distrik di Afghanistan

Taliban Kuasai Separoh Jumlah Distrik di Afghanistan
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, berbicara pada konferensi pers di Pentagon, hari Rabu (21/7)di Washington DC, AS. (Foto: AP/Kevin Wolf)
Taliban Kuasai Separoh Jumlah Distrik di Afghanistan
Anggota Pasukan Khusus Afghanistan yang menggunakan mobil humvee yang hancur selama bentrokan hebat dengan Taliban berlindung selama misi penyelamatan seorang polisi yang dikepung di sebuah pos pemeriksaan, di Provinsi Kandahar, Afghanistan, oada 13 Juli 2021. (Foto: dok. Reuters)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Taliban menguasai setengah dari sekitar 420 distrik di Afghanistan, kata jenderal tinggi Amerika Serikat, hari Rabu, sebagai tanda terbaru dari situasi keamanan yang memburuk dengan cepat di Afghanistan.

Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, mengatakan bahwa lebih dari 200 dari 419 pusat distrik berada di bawah kendali Taliban. Akhir bulan lalu, Milley mengatakan bahwa Taliban menguasai 81 dari 419 pusat distrik di Afghanistan.

“Momentum strategis tampaknya mirip dengan Taliban,” kata Milley kepada wartawan. Sementara kelompok pemberontak tidak mengambil alih ibu kota provinsi mana pun, mereka memberikan tekanan di pinggiran setengah dari jumlah distrik, tambahnya.

Pemerintah menuduh Taliban menghancurkan ratusan gedung pemerintah di 29 dari 34 provinsi di negara itu. Taliban menyangkal tuduhan perusakan besar-besaran oleh para pejuang mereka.

Lima belas misi diplomatik dan perwakilan NATO di Afghanistan mendesak Taliban pada hari Senin (19/7) untuk menghentikan serangannya hanya beberapa jam setelah pihak saingan Afghanistan gagal menyepakati gencatan senjata pada pertemuan perdamaian di Doha.

Presiden AS, Joe Biden telah mengakhiri secara resmi misi militer AS di Afghanistan pada 31 Agustus saat ia berupaya melepaskan diri dari konflik yang dimulai setelah serangan Al-Qaeda di Amerika Serikat pada 11 September 2001.

Hampir semua tentara AS, kecuali yang melindungi kedutaan di Kabul dan Bandar udara, telah meninggalkan negara itu. (AP/Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
LAI Got talent
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home