Loading...
FOTO
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 14:28 WIB | Kamis, 21 Juli 2016

Kasada di Tengah Erupsi Bromo

Kasada di Tengah Erupsi Bromo
Warga suku Tengger membawa kambing sesaji menuju kawah gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, hari Kamis (21/7). Kambing sesaji tersebut akan dilarung ke kawah gunung Bromo sebagai rangkaian upacara 'Yadna Kasada' ritual warga suku Tengger sebagai wujud penghormatan kepada leluhur. (Foto-foto: Antara)
Kasada di Tengah Erupsi Bromo
Sejumlah umat Hindu Tengger melakukan ritual Upacara Pawedalan yang merupakan rangkaian perayaan Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten, Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (20/7). Ritual Yadnya Kasada tetap dilaksanakan warga Tengger meski aktivitas Gunung Bromo mengalami peningkatan.
Kasada di Tengah Erupsi Bromo
Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur terlihat menyemburkan abu dalam letusannya pada 14 Juli 2016. Letusan tersebut menyemburkan abu hingga ketinggian 1,2 kilometer dan menyebabkan semua penerbangan di bandara Abdurrahman Saleh di Malang ditutup.
Kasada di Tengah Erupsi Bromo
Sejumlah warga menunggani kuda saat beraktivitas di sekitar Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (12/7). Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. Pengunjung dan masyarakat dihimbau untuk tidak mendekati kawasan kawah pada radius satu kilometer.
Kasada di Tengah Erupsi Bromo
Lanskap Gunung Bromo yang berstatus waspada dengan latar belakang Gunung Semeru terlihat dari udara Jawa Timur, Selasa (17/5). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari 127 gunung api aktifdi Indonesia, terdapat satu gunung status awas, dua status siaga dan 17 status waspada.

PROBOLINGGO, SATUHARAPAN.COM - Ribuan umat Hindu Suku Tengger di lereng Gunung Bromo, hari Kamis (21/7) dini hari, menggelar ritual agung perayaan Yadnya Kasada di tengah erupsi Gunung Bromo.

Upacara Yadnya Kasada atau Kasada adalah upacara sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur yang digelar setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger.

Upacara adat ini dimulai pada hari Rabu (20/7) dengan Sembahyangan Pawedalan di Pura Luhur Poten, di kaki Gunung Bromo, sejak siang hingga dini hari.

Sembahyangan Pawedalan diawali dengan pembacaan mantera dipimpin dukun adat pada siang hari tepat pukul 12.00.

Upacara adat suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo.

Kasada mulai digelar pukul 24.00 dan diakhiri dengan lontar sesaji ke kawah Gunung Bromo, pada hari Kamis pukul 04.00 WIB. Suku asli lereng Gunung Bromo ini membawa beragam sesaji seperti  hewan ternak, hasil bumi, dan berbagai masakan yang disebut hongkek. Sesaji ini dilarung ke kawah Bromo, kepada leluhur mereka.

Meski harus menerobos kawasan zona bahaya, warga Suku Tengger ini tetap naik untuk menyempurnakan ritual Yadnya Kasada melarung sesaji ke kawah Bromo, meski kawah mengepulkan asap tebal erupsi. (wartabromo.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home