Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:45 WIB | Senin, 16 Februari 2015

Kayla Mueller Tetap Jujur untuk Selamatkan Pacarnya, Pria Suriah

Kayla Mueller. (Foto: dari dcourier.com)

PHOENIX,  SATUHARAPAN.COM  –  Kayla Mueller, pekerja kemanusiaan yang ditahan milisi Negara Islam Irak dan Suriah, dan kemudian dibunuh, pernah ditemui oleh pria pacarnya, seorang Suriah, ketika  berada dalam sel tahanan.

Apakah jika dia mengatakan pada penculiknya bahwa dia menikah pria itu, Omar Alkhani, mungkin dia akan dibebaskan oleh militan ISIS (Islamic State of Irak and Syria), kata dia. Namun sebaliknya, Kayla Mueller menolak menyebut dia sebagai istrinya.

Alkhani, seperti dilaporkan Huffington Post mengutip laporan kantor berita AP menyebutkan bahwa dia menyamar sebagai suami Mueller dan membujuk sejumlah orang untuk memohon pembebasan Kayla Muller. Namun Alkhani meninggalkan ruangan dengan tangan kosong. Ia mengatakan bahwa dia melihat wajahnya hanya beberapa detik ketika penjaga mengetahuinya.

Para penjaga meyakinkan Mueller (26 tahun) bahwa mereka  tidak akan menyakiti Alkhani jika dia mengatakan yang sebenarnya. Dan Kayla Mueller memilih untuk tetap jujur untuk menyelamatkannya daripada mengambil kesempatan yang sempit untuk kemungkinan menyelamatkan diri, kata Alkhani.

Karena dia seorang Amerika, mereka tidak akan membiarkan dia pergi. Dan tidak masuk akal bagi kami berdua untuk tinggal di sini, kata Alkhani. "Mungkin dia ingin menyelamatkan saya. Mungkin dia tidak tahu saya datang kembali untuk menyelamatkannya,’’ kata Alkhani.

itulah yang dipilih oleh Kayla Mueller, seorang Amerika dari Prescott yang disandera ISIS, seorang pekerja bantuan kemanusiaan yang puas hidup tanpa baju baru, pengering rambut, make up dan upah besar banyak sebagai pekerja bantuan, tetapi dia bisa memberi kepada orang lain.

Pengakuan Alkhani

Alkhani berbicara kepada The Associated Press pada hari Minggu (15/2) melalui webcam dari Turki dalam salah satu wawancara pertamanya. Dia merinci bagaimana dia bertemu Mueller pada tahun 2010, dan terakhir kali ia melihatnya pada tahun 2013 sebagai tawanan kelompok ISIS.

Pemerintah Amerika Serikat dan keluarga Mueller menegaskan tentang kematiannya pekan lalu. Sekitar 200 orang pada hari Sabtu (14/2) malam mengadakan acara untuk menghormati dia di  kampus Northern Arizona University di Flagstaff, di mana Mueller belajar.

Mueller dan Alkhani disandera pada Agustus 2013 setelah meninggalkan  rumah sakit yang dikelola Doctors Without Borders di Aleppo, Suriah, di mana dia bekerja untuk memperbaiki Internet. Mueller memohon untuk tetap tinggal sehingga dia bisa melihat  langsung penderitaan warga dan membantu mereka, meskipun bahaya besar untuk bepergian di wilayah yang dilanda perang.  Alkhani mengatakan dia  menolak menyetujui itu.

"Kami berdebat tentang hal itu," kata Alkhani. "Pada akhirnya, saya takut jika dia tidak pergi dengan saya, dia akan pergi dengan orang lain."

Mueller menginap semalam di rumah sakit sambil memperbaikan internet yang membutuhkan waktu lebih lama, dan dia berharap bisa bertemu perempuan Suriah untuk mengungkapkan tentang bagaimana mereka menjalani hidup sehari-hari. Perjalanan yang seharusnya  hanya 10 menit ke sebuah stasiun bus, Mueller, Alkhani, sopir taksi dan seorang lagi disergap dan dipaksa keluar dari kendaraan di bawah todongan senjata dan diancam akan dibunuh.

Mueller disandera, sementara Alkhani dibebaskan beberapa bulan kemudian setelah dipukuli dan diinterogasi tentang pekerjaannya sebagai fotografer, agama yang dianut dan hubungannya dengan Mueller, katanya.

Atas saran teman-temannya, Alkhani kembali ke Suriah dari Turki untuk mencoba menemui Kayla Mueller yang pertama ditemuinya di Kairo, Mesir. Dia mengatakan dia tidak ingin melanggar janjinya kepada Mueller bahwa dia akan membawanya keluar.

Seorang juru bicara keluarga Mueller mengatakan mereka tidak memiliki alasan untuk tidak mempercayai apa yang disampaikan Alkhani.

"Mereka tahu bahwa dia sangat menyayanginya, dan ketika dia kembali untuk mencoba dan menyelamatkannya dengan menyamar sebagai pacarnya. Mereka tahu bahwa dia mengambil risiko ekstrim untuk melakukan itu," kata juru bicara itu yang tidak bersedia disebutkan namanya karena alasan keamanan, hari Minggu.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home