Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 12:30 WIB | Jumat, 17 Juni 2016

Kelaparan, 400 Warga Venezuela Ditangkap karena Penjarahan

Di tengah kelangkaan pangan, penjarahan dan protes keras yang kian meningkat, pemerintah Venezuela mengumumkan tahap berikutnya terhadap seruan referendum melawan Presiden Nicolas Maduro. (Foto: AFP)

CARACAS, SATUHARAPAN.COM - Aparat kepolisian Venezuela meringkus 400 orang setelah krisis pangan di negara tersebut meletus menjadi penjarahan pada pekan ini.

Puluhan toko dibobol dan dijarah pada Selasa di kota timur Cumana, titik pergolakan terbaru dalam krisis yang sudah menewaskan sedikitnya empat orang sejauh ini.

Gubernur negara bagian Sucre, tempat Cumana berada, mengatakan kepada stasiun televisi negara VTV bahwa “lebih dari 400 orang” ditangkap termasuk tiga terduga dalang penjarahan di kota tersebut.

“Kami akan memantau penyelidikan sampai kami mengetahui otak” di balik kekacauan ini, kata Gubernur Luis Acuna, hari Kamis (16/6).

Acuna adalah anggota dari partai berkuasa Sosialis Venezuela pimpinan Nicolas Maduro.

Oposisi mempersalahkan Maduro atas krisis ekonomi yang mengakibatkan warga Venezuela menderita kelangkaan pangan dan kebutuhan pokok.

Maduro menyebut krisis dipicu “perang ekonomi” oleh elite bisnis.

Dia sudah bersumpah akan melawan upaya oposisi berhaluan tengah-kanan untuk menggulingkan dia dari jabatannya dan memperingatkan dia tidak akan menolerasi kekerasan.

Sekutunya di Sucre, Acuna, pada Kamis menuding oposisi “menaburkan nilai-nilai paramiliter seeprti kebencian dan kekerasan, kepada sejumlah warga.”

Dia mengatakan situasi di Cumana “sudah kembali normal” sejak pecahnya penjarahan, yang meletus dalam aksi protes atas kelangkaan pangan. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home