Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:25 WIB | Senin, 18 Januari 2016

Kemdikbud Dukung Regulasi Pengembangan Alat Musik Tradisional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, meninjau sentra pembuatan gamelan di Kecamatan Karang Rejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/1). (Foto; kemdikbud.go.id)

MAGETAN, SATUHARAPAN.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, meninjau sentra pembuatan gamelan di Kecamatan Karang Rejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/1). Magetan memang dikenal sebagai salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal dengan para pengrajin gamelannya.

Mendikbud mengatakan, kunjungannya ke Magetan bertujuan untuk melihat dari dekat kondisi usaha alat-alat musik tradisional khususnya gamelan.

 "Salah satu tugas kita sebagai bangsa adalah mengembangkan kebudayaan. Seni karawitan ini harus dijaga dan dikembangkan," katanya.

Dia juga mengungkapkan, salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah semakin berkurangnya jumlah pembuat alat-alat seni tradisional tersebut. Hal yang sama juga diungkapkan para pengrajin gamelan di Magetan.

Salah satu pengrajin gamelan, Wahyu, menyampaikan keluhannya mengenai semakin berkurangnya jumlah pengrajin. "Semakin hari, para pengrajin alat-alat seni itu semakin berkurang jumlahnya karena masa depannya tidak cukup menjanjikan", kata pemilik bengkel kerajinan Mitra Jaya tersebut.

Masalah kedua, kata Mendikbud, banyaknya perantara penjualan dari pengrajin kepada pengguna alat-alat seni itu sehingga harganya bisa berbeda jauh, dan menyebabkan usaha tersebut akan selalu berskala mikro.

"Makin sedikit tenaga kerja yang bisa terserap, percepatan pertumbuhannya juga tidak baik. Akibatnya usaha kita untuk mengembangkan alat-alat musik tradisional itu menjadi sulit," katanya.

Ke depan, kata Mendikbud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat petunjuk teknis terkait pengembangan alat-alat seni tradisional tersebut.

"Sekarang yang harus dipastikan adalah minatnya ada, dan supply juga harus cukup. Kita harus memikirkan mengenai regenerasi bagi pengrajin-pengrajin gamelan itu," katanya. (kemdikbud.go.id)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home