Loading...
INDONESIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 07:25 WIB | Selasa, 11 November 2014

Ketika Jokowi Menyapa Ully Hutagalung di Beijing

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara sebelum sesi foto di Beijing (Foto: Rusman/Setpres)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM – Banyak anggota masyarakat Batak yang kecewa, karena Presiden Joko Widodo tak menetapkan satu pun menteri dari salah satu etnis terbesar di Sumatera Utara itu. Namun, Ully Hutagalung tampaknya bukan salah satu diantaranya.

Perempuan yang sudah 11 tahun bermukim di Beijing dan bekerja sebagai pengajar Bahasa Inggris itu, termasuk diantara satu dari orang Indonesia yang bertahan menunggu selama tiga jam pada Senin (10/11) malam, untuk dapat bertemu dengan Jokowi. Kepala Negara dan Ibu  menyisihkan waktu untuk bertemu dengan WNI di Tiongkok di sela-sela rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi pemimpin APEC.

"Sudah berapa lama, tinggal disini," kata Presiden Jokowi, ketika menyalami Ully.

"Sebelas tahun," jawab Ully dengan semangat.

"Lama sekali, jangan lupa pulang ke Indonesia," pesan dia.

Jokowi lantas berpesan kepada Ully agar jangan berlama-lama di Tiongkok.

Di Beijing, Ully tinggal bersama dua adiknya, salah satunya Yandhy Hutagalung yang tengah menjalankan studi di Beihang University.

Warga negara Indonesia lainnya, Vivien yang telah tinggal selama sembilan tahun di Beijing pun juga mendapat pesan yang sama.

Melihat gaya Jokowi, WNI yang tinggal di Beijing umumnya terkesan. "Presiden sangat ramah, `humble`...dan menginspirasi," kata Vivien, gadis asal Purwokerto itu.

Dalam pertemuan yang singkat namun hangat itu, Presiden Jokowi dan ibu negara, selain menanyakan kabar juga tidak menolak permintaan untuk foto `selfi`. Usai bersalaman dan mengobrol singkat, para pemuda dan pemudi Indonesia pun saling memperlihatkan hasil jepretan `selfi`-nya masing-masing.

Sosok Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo memang sangat ditunggu oleh seluruh rakyat Indonesia tidak saja di Tanah Air, tetapi juga di luar negeri, khususnya Beijing, yang menjadi tempat lawatan pertamanya ke luar negeri untuk menghadiri rangkaian pertemuan penting internasional dari KTT APEC, KTT ASEAN Myanmar dan G-20 di Brisbane mendatang.

Selain mahasiswa, pemuda dan pemudi Indonesia, Presiden Jokowi dan Ibu Negara juga disambut para Guaqiao--warga keturunan Tionghoa yang terpaksa meninggalkan Indonesia karena krisis politik pada 1960-an, dan tidak bisa kembali ke Indonesia.

Para warga keturunan Tionghoa itu, rata-rata telah berusia 70-80 tahun namun tetap semangat menyambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara di hotel hingga tiga jam.

Menggunakan kebaya, dan kemeja batik mereka menyambut dengan menyanyikan lagu "Jayalah Indonesiaku" dan Indonesia Pusaka. "Ini adalah bagian dari diaspora Indonesia di Tiongkok, meski mereka telah lama meninggalkan Indonesia, jauh dari Indonesia, namun hati kami tetap dekat dengan Indonesia," kata salah satunya. (Ant)

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home