Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 18:51 WIB | Selasa, 02 Juni 2015

Korsel Umumkan Kematian Pertama Akibat MERS

Seorang guru membagi-bagikan pembersih tangan pada murid-murd di sebuah sekolah menengah di Seoul pada 2 Juni 2015, Korea Selatan melaporkan dua kematian yang pertama akibat MERS. Kementerian Kesehatan juga melaporkan enam kasus baru MERS sehari sebelumnya, sehingga jumlah total dikonfirmasi sebanyak 25 penderita. (Foto: Yonhap)

SEOUL, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Kesehatan Korea Selatan pada Selasa (2/6) mengonfirmasi bahwa dua orang meninggal akibat virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), korban jiwa pertama akibat virus itu, lapor kantor berita Yonhap.

Seorang wanita berusia 58 tahun, yang dirawat karena diduga terinfeksi MERS, meninggal akibat gagal pernapasan akut pada Senin dan beberapa tes setelahnya menunjukkan hasil positif mengidap MERS.

Korban lain adalah seorang pria berusia 71 tahun yang dikonfirmasi menderita MERS beberapa hari lalu. Laporan Yonhap tidak menyebutkan waktu kematiannya.

Yonhap pada Selasa mengatakan bahwa 25 orang sudah didiagnosis mengidap MERS, kemunculannya telah menuai kekhawatiran publik.

Setelah kematian pertama akibat MERS tersebut, pemerintah segera mengadakan pertemuan darurat para menteri, dan bersumpah akan berupaya habis-habisan untuk menghentikan penyebaran penyakit yang berpotensi fatal itu.
 
"Mulai sekarang, pemerintah akan memobilisasi semua sumber daya medis untuk memberantas segala keprihatinan publik atau ketakutan terkait dengan kehidupan dan keselamatan orang-orang kami," kata Choi Kyung-hwan, menteri keuangan dan wakil perdana menteri untuk urusan ekonomi, mengatakan pada pertemuan itu.

Middle East Respiratory Syndrome dianggap lebih mematikan namun tidak terlalu menular seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menewaskan ratusan orang ketika muncul di Asia pada 2003.

Sehari sebelumnya Presiden Korea Selatan Park Geun Hye menegur para pejabat kesehatan, terkait respons mereka yang dianggap tidak maksimal dalam mencegah penyebaran virus MERS, ketika jumlah korban yang terinfeksi naik menjadi 18 orang, dengan hampir 700 berada dalam pengawasan.

“Respons awal terhadap MERS... tidak cukup,” ujar Park dalam pertemuan dengan para ajudannya, meminta upaya “maksimal” dari pemerintah untuk menghentikan penyebaran lebih lanjut.

Komentar presiden tersebut muncul satu hari setelah menteri kesehatan Moon-Hyung-Pyo meminta maaf karena telah meremehkan ancaman awal dari virus itu.

Kementerian kesehatan pada Senin mengatakan bahwa total 682 orang yang terpapar virus tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung saat ini sudah dikarantina dan ditempatkan di bawah observasi khusus.(AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home