Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 15:50 WIB | Senin, 08 Agustus 2016

Legislator Minta RI Tak Kompromi dengan Kelompok Abu Sayyaf

Ilustrasi. Empat pelaut Indonesia yang diculik oleh militan Filipina, tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada 13 Mei 2016. Keempat orang tersebut diculik di perairan lepas pantai timur negara bagian Sabah, Malaysia pada 15 April. Mereka adalah kelompok tawanan kedua yang dibebaskan bulan ini. (Foto: Dok.satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Anggota Komisi I DPR RI Elnino M Husein Mohi meminta pemerintah Indonesia meniru Amerika Serikat yang tanpa kompromi menyikapi kelompok separatis.

“Pemerintah Indonesia diminta meniru sikap Amerika Serikat yang tidak kompromi dengan kelompok separatis. Sikap tak kompromi dengan kelompok separatis dinilai perlu agar tak ada lagi warga negara Indonesia (WNI) yang disandera,” kata Elnino di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, hari Senin (8/8).

Sebelum disanderanya seorang WNI bernama Herman bin Manggak di Wilayah Kinabatangan, Sabah, Malaysia, perbatasan Laut Filipina.‎

“Kalau dibanding Amerika, Amerika mana ada kompromi dengan yang begitu, no kompromi kalau Amerika‎," kata dia.

Menurut Elnino sebenarnya pemerintah juga bisa melakukan hal serupa dengan upaya pembebasan sebelumnya.‎

“Saya serahkan kepada badan intelijen negara dan dia tahu mana yang terbaik,” kata dia.

Menurut Elnino, disanderanya Herman bin Manggak karena sebelumnya Pemerintah Indonesia berkompromi dengan kelompok separatis di Filipina Abu Sayyaf dalam upaya pembebasan.‎ Dengan disanderanya Herman bin Manggak, kini total WNI yang disandera berjumlah sebelas orang.

“Saya percaya bahwa pemerintah sekarang lebih bisa, lebih tahu apa yang sedang terjadi, mereka tahu apa yang akan dilakukan, kalau kita kan melihatnya akibatnya,” katanya.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home