Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Endang Saputra 17:00 WIB | Jumat, 08 Juli 2016

Meninggal karena Macet, DPR Minta Menhub Tak Salahkan Pihak Lain

Ilustrasi kemacetan di jalan tol. (Foto: Dok.satuharapan.com/ rttmc.dephub.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR- RI), Muhiddin meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan untuk tidak menyalahkan pihak lain terkait meninggalnya 18 orang pemudik akibat macet di pintu tol Brebes Timur (Brebes Exit), Jawa Tengah.

“Dia tidak boleh menyalahkan pihak lain, karena mudik ada kerja tim, saling koordinasi. Beliau kan juga Ketua Tim Mudik 2016, jadi harus saling koordinasi, tidak bisa menyalahkan pihak lain.  Tidak‎ bisa salahkan pihak lain tapi ini berkoordinasi, ini tanggung jawab‎ bersama," kata Muhiddin, di Jakarta, hari Jumat (8/7).

Oleh karena itu, Komisi V DPR RI akan memanggil Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan pekan depan.

“Kita akan panggil Jonan. Kita akan tanyakan sekaligus melakukan langkah evaluasi secara menyeluruh terkait Mudik 2016, utamanya kejadian di Brexit," kata dia.

‎Ia juga menyatakan, pemerintah tidak memiliki pemetaan yang matang terkait kasus yang menyebabkan 18 orang meninggal dunia di Brexit sejak tanggal 3-5 Juli lalu.

“Pintu tolnya tidak siap, tidak ada rest area, tidak ada SPBU, tidak ada ambulance yang disiapkan jika ada pemudik yang kelelahan. Pihak kesehatan tidak dilibatkan sama sekali,” kata dia.

Menurutnya terkait 18 orang pemudik yang meninggal akibat macet jelang pintu tol Brebes Timur (Brexit) merupakan kejadian luar biasa.

“Tidak ada pernah kejadian seperti ini. Tahun-tahun sebelumnya, mudik yang macet di Pantura tidak memakan korban. Ini kejadian luar biasa,” kata dia.  

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home