Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 08:26 WIB | Jumat, 08 Mei 2015

Menkeu: Harga Minyak Idealnya 80 Dolar AS

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (Foto: Prasasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan harga minyak dunia kini menjadi penentu harga komoditas lainnya. Apabila harganya turun harga komoditas lain juga ikut turun.

Hal itu ia katakan ketika berbicara pada Institute of International Finance Asia Summit di Jakarta (7/5). Ironisnya, ia belum dapat memperkirakan sampai kapan harga minyak yang rendah seperti saat ini akan bertahan. Menurut dia, batasan harga minyak yang bisa dikatakan normal adalah di kisaran 80-90 dolar per barel.

"Di batasan ini, negara importir masih bisa membeli dan negara eksportir masih bisa dapat untung," jelasnya

Di sisi lain ia mengatakan, volatilitas harga minyak saat ini menjadi penentu keadaan ekonomi global, karena perubahan harga minyak berimbas pada turunnya harga barang komoditas lainnya. Salah satu contoh ialah harga karet yang banyak dikeluhkan oleh petani di Sumatera.

"Sekarang dengan harga karet yang rendah dan permintaan yang turun, petani karet tersiksa. Ini sudah jadi isu global. Tentang harga komoditas," kata Bambang.

Sementara itu dari New York dilaporkan harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), sehari setelah mencapai tingkat tertinggi 2015 karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Patokan  minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI), patokan  AS untuk pengiriman Juni, turun 1,99 dolar AS menjadi berakhir di 58,94 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk Juni, patokan Eropa, jatuh menjadi 65,54 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 2,23 dolar AS dari penutupan Rabu.

WTI dan Brent telah menguat ke tingkat tertinggi tahun ini pada Rabu, setelah Departemen Energi AS secara tak terduga melaporkan penurunan pertama dalam persediaan minyak mentah dalam empat bulan teraklhir.

Stok minyak mentah turun 3,9 juta barel pekan lalu, tetapi stok pada 487,0 juta barel masih pada tingkat tertinggi pada catatan untuk kali tahun ini. (Ant/kemenkeu.go.id)
 

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home