Loading...
INDONESIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 19:45 WIB | Minggu, 31 Mei 2015

Mensos: 5,4 Juta Balita Terindikasi Gizi Buruk

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memeriksa tanaman organik di Desa Mojo Tengah, Reban, Batang, Jawa Tengah dalam rangkaian acara pencanangan desa sejahtera dan mandiri, Minggu (31/5). (Foto: Antara)

BATANG, SATUHARAPAN.COM - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa sebanyak 5,4 juta dari 32 juta balita di Indonesia terindikasi mengalami gizi buruk.

"Gizi buruk sangat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan intelektual padahal pada 2015 kita harus menyiapkan generasi emas yang semestinya balita harus memiliki gizi baik," katanya saat membuka kegiatan Jambore Gizi 2015 di Batang, Minggu (31/5) sore.

Menurut dia, jika balita terlahir dengan gizi buruk maka sangat potensial kemungkinan terjadinya ketidakseimbang pertumbuhan fisik maupun intelktualnya.

Mensos menyampaikan ada hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan manajemen dan retribusi keseimbangan gizi yang baik untuk ibu hamil dengan menggunakan metode advokasi dan edukasi kumunikasi.

"Untuk menangulangi gizi buruk, Kemensos memiliki program keluarga harapan (PKH) untuk 8 persen masyrakat kurang mampu, penerimaanya ibu hamil supaya selama hamil mendapatkan Rp 1 juta agar mendapatkan asupan gizi yang baik bagi janin maupun ibunya supaya anak lahir tidak berat badan lahir rendah," katanya.

Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan pemkab telah melaksanakan program pelayanan gizi berupa pendidikan gizi, suplementasi gizi, tata laksana gizi, dan surveilans gizi. 

"Semua ini kami laksanakan mulai dari pelayanan kesehatan di tingkat paling dasar, yaitu posyandu hingga ke RSUD Batang. Pelayanan juga dilaksanakan pada forum-forum, seperti PKK dan dasa wisma," katanya. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home