Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 17:51 WIB | Selasa, 27 Desember 2016

Mentan dan Anggota DPR-DPD Kunjungi Petani Kentang di Dieng

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menemui aksi unjuk rasa para petani kentang dan hortikultura dari kawasan Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, hari Kamis (8/12). (Foto: kemendag.go.id)

BANJARNEGARA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengunjungi sentra penghasil kentang di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai respons atas unjuk rasa petani kentang di Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada tanggal 8 Desember 2016.

Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pada hari Selasa (27/12), Mentan yang didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hadi Purnomo, anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro, anggota DPD Denty Eka Widi, serta sejumlah pejabat Kemendag mendatangi pusat perbenihan kentang di kompleks Kantor Kecamatan Batur.

Di tempat itu, Amran menyempatkan berkeliling dan menanyakan proses pembenihan bibit kentang hingga siap tanam.

"Kita harus ekspor (kentang)," kata Amran.

Seusai mengunjungi pusat perbenihan, Mentan beserta rombongan mendatangi salah satu tempat pengolahan kentang sebelum menghadiri dialog dengan petani kentang Dataran Tinggi Dieng di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Selain melihat proses pengolahan kentang, Amran juga membeli beberapa produk olahan komoditas pertanian itu.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Serikat Petani Dieng Muhammad Mudasir mengatakan kedatangan Mentan Amran Sulaiman ke Dieng sesuai janji yang disampaikan saat menemui perwakilan petani saat berunjuk rasa di Kemendag pada tanggal 8 Desember 2016.

"Pak Menteri berjanji mau datang ke sini. Alhamdulillah hari ini (27/12) beliau datang," katanya.

Ia mengatakan unjuk rasa yang digelar petani kentang di Kemendag saat itu ditujukan untuk menuntut pemerintah menghentikan impor kentang.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena petani mengetahui adanya kentang impor yang dijual murah kepada konsumen di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur.

"Ternyata kentang impor yang dijual murah itu merupakan sisa kebutuhan salah satu perusahaan. Padahal, penjualan barang sisa impor juga dilarang," katanya.

Dia mengaku bersyukur karena dalam pertemuan di Kemendag, Mentan Amran Sulaiman menyatakan akan menghentikan impor kentang dan sayuran lainnya. (Ant)

Editor : Sotyati


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home