Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:40 WIB | Jumat, 13 Maret 2015

Menteri Agraria Dorong Petani Kalimantan Manfaatkan Lahan

Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan. (Foto: antara)

PALANGKARAYA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, mendorong petani pemilik lahan hasil redistribusi pemerintah, untuk memanfaatkan dan menggunakannya secara maksimal.

"Bagusnya lahan ini dimanfaatkan ditanami berbagai macam tanaman, sebelum sawit," kata Ferry kepada petani saat meninjau lahan redistribusi di desa Petu Ketimpun Kelurahan Bukit Tunggal Palangka Raya, Jumat (13/3).

Lahan seluas 150 hektare yang diredistribusikan pada 300 kepala keluarga tersebut, akan dijadikan perkebunan sawit sebagai tanaman pokoknya.

Namun proses pengolahan, penanaman, hingga panen hasil sawit membutuhkan waktu cukup lama, sehingga para petani disarankan memanfaatkannya dengan menanam tumbuhan lain.

"Kita dorong untuk kemanfaatan dan kegunaan yang lebih besar.Kita lihat yang prospektif," kata Ferry.

Ia mengatakan, petani diharapkan bisa menanam tanaman lain seperti buah naga, jati ambon, termasuk sayur mayur atau tanaman lain yang dapat tumbuh subur di lahan bertanah gambut tersebut.

Di sejumlah lahan redistribusi tersebut memang terlihat sebagian besar lahan belum tergarap. Namun sudah ada beberapa tanaman seperti buah naga, singkong, pare, cabai, dan lainnya yang ditanam di beberapa tempat saja.

Selain itu, Ferry juga berharap para petani yang mendapat redistribusi lahan tidak menjual lahan tersebut kepada orang lain.

"Jangan dijual ke orang lain. Kalau memang sudah butuh uang, jual ke kita biar nanti bisa diredistribusi lagi ke warga yang butuh," kata dia.

Di samping itu, Ferry juga meminta kepada DPRD dan pemerintah daerah agar bersinergi untuk memberikan bantuan kepada petani dalam hal pengadaan bibit, hingga mencarikan pasar untuk menjual hasil lahan.

Lahan seluas 150 hektare tersebut diberikan pada 300 KK, dengan masing-masing petani mendapatkan lahan seluas 5 hektare.

Lahan tersebut diberikan secara gratis kepada petani sejak 2013-2014, dan sudah menjadi hak milik warga secara resmi dengan sertifikasi. (Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home