Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 13:54 WIB | Rabu, 25 Januari 2017

Musisi Indonesia Luncurkan Lagu Gara-Gara Ahok-Djarot

Musisi pendukung Ahok-Djarot saat berkunjung ke Rumah Lembang, hari Rabu (25/1). (Foto: Febriana DH)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Terinspirasi dan mendukung pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, penyanyi Tompi bersama beberapa musisi Indonesia lainnya kompak meluncurkan lagu berjudul Gara-Gara Ahok-Djarot.

Peluncuran lagu Gara-Gara Ahok-Djarot itu sekaligus sebagai bentuk kejutan untuk Ahok dan Djarot di tengah kegiatan rutin menemui warga yang berkunjung ke rumah pemenangan, Rumah Lembang, Jakarta Pusat, hari Rabu (25/1).

Aryono Huboyo Djati, yang menciptakan lagu tersebut, mengaku sangat takjub dengan pasangan Ahok-Djarot ketika memimpin Jakarta hingga saat kembali mencalonkan diri menjadi gubernur dan wakil gubernur periode lima tahun ke depan.

“Pilkada Jakarta kali ini memang unik. Paslon nomor dua dikenal sangat tegas memberantas korupsi demi pembangunan Jakarta lebih baik, sehingga banyak sekali upaya penggagalan beliau untuk maju kembali. Namun, dengan adanya paslon nomor dua ini juga mulailah bangkit berbagai gerakan untuk menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi benar kan, semuanya memang gara-gara Ahok-Djarot, tapi tentu saja dalam arti yang positif ya,” ujar Aryono.

Aryono adalah nama yang tidak asing lagi di dunia musik Indonesia. Karyanya yang sangat fenomenal adalah lagu Burung Camar yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata. Aryono juga sempat menciptakan lagu untuk mendiang Chrisye berjudul Lirih yang dirilis beberapa tahun setelah Chrisye meninggal.

Setelah absen cukup lama dari dunia musik Indonesia, pada tanggal 4 November 2016 lalu, Aryono kembali berkarya menciptakan lagu berjudul Gara-Gara Ahok-Djarot. Lagu itu diciptakan spontan setelah terjun langsung menyaksikan demo 411 dan terkena pukulan benda asing, gas air mata, dan bahkan kehilangan telepon genggamnya. Ia menyayangkan dan gemas dengan berbagai isu dan berita hoax terkait pencalonan Ahok-Djarot.

“Saya termasuk musisi yang tidak produktif, tapi sekalinya ada peristiwa yang besar maka saya bisa menciptakan lirik-lirik lagu yang terinspirasi dari situ. Peristiwa Pilkada DKI ini sangat berbekas untuk saya, sehingga saya membuat lirik lagu dengan kata-kata yang mudah diingat dan menggunakan dangdut sebagai pengantar lagu, karena dangdut merupakan jenis musik yang paling banyak disukai oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap lagunya dapat memberi manfaat dan membuat warga Jakarta tidak salah pilih pemimpin. “Insya Allah ini banyak yang suka dan memberikan manfaat.”

Lagu Gara-Gara Ahok-Djarot dinyanyikan oleh Tompi, Iwa K, Lala Karmela, dan Bertha dengan diiringi musik dari pianis Tjut Nyak Deviana. Untuk memberikan jiwa masyarakat Jakarta, lagu ini juga diiringi alat musik tanjidor sebagai alat musik khas Betawi yang sekaligus mewakili Ahok dan Djarot sebagai paslon dari Jakarta.

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home